Kamis, 08 September 2022

CARA MENDATANGKAN KEAJAIBAN HIDUP (LAW OF MIRACLE )

 


Cara ini cukup sederhana namun banyak yang tidak tahu, atau sudah tahu tapi belum di amalkan. baik sebelum saya menjelaskan tentang bagaimana cara mendatangkan keajaiban hidup saya akan jelaskan tentang apa itu keajaiban hidup. 

Saya kira dalam setiap detik kita ini menerima keajaiban hidup cuma kita tidak sadar saja. Misalnya nafas kita, kalau kita mau menyadari maka nafas inipun keajaiban hidup. Namun tentunya yang anda inginkan dalam keajaiban hidup adalah hal hal yang membuat anda bahagia secara excited. Misalnya ketika anda tiba tiba mendapat tawaran proyek, ketika anda mendapat kesembuhan secara mendadak, ketika anda mendapat keberuntungan secara tidak anda duga.

Jadi untuk mendatangkan keajaiban ini saya menggunakan METODE SYUKUR. namun metode nya akan saya sebutkan satu persatu

1. Memohon kepada Allah dengan berdoa : 

Ya Allah jadikan saya hambamu yang selalu Bersyukur. doa ini harus anda panjatkan kepada Allah agar Allah menjadikan anda hamba yang bersyukur, dengan dikabulkannya anda sebaga hamba yang bersyukur maka anda akan menjadi orang yang selalu bersyukur. nah dengan bersyukur ini maka keajaiban hidup akan anda peroleh

2. Melakukan syukur secara terus menerus. syukur ini tidak sekedar mengucap alhamdulillah terus mennerus, tapi lebih pada sikap syukur kepada Allah. Sikap syukur ini merupakan sikap berterimakasih kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Sikap ini akan memancarkan gelombang positif pada lingkungan sekitar anda dan akhirnya gelombang positif ini hasilnya akan kembali kepada anda yang berbentuk keajaiban hidup.

3, Jangan pernah menduga macam keajaibannya. 

Misalnya  anda punya hutang maka yang anda lakukan cukup bersyukur dan bersyukur kepada Allah jangan mengharap dengan syukur ini akan lunas hutang. karena mengharap hutang dapat mengganggu vibrasi positif yang anda pancarkan. sebaiknya anda murni bersyukur kepada Allah saja tidak di campur dengan lainnya.

4. Saat anda bersyukur ada vibrasi yang terjadi pada diri anda sendiri, anda akan besemangat, dan anda merasakan gairah kerja maka ketika anda mendapatkan energi itu segera ikuti dengan perilaku atau ikuti dengan perbuatan untuk bertindak. dengan tindakan ini maka vibrasi syukur yang anda pancarkan akan semakin kuat dan anda akan semakin besar dan semakin cepat mendapatkan keajaiban hidup.

5. Semakin anda mendapatkan keajaiban, langsung sampaikan kepada Allah rasa terimakasih, hal ini nanti akan semakin memperkuat rasa syukur anda kepada Allah dan keajaiban berikutnya akan semakin besar lagi. dan tentunya keajaiban ini akan membuat anda semakin yakin kepada Allah, dan kalau semakin yakin maka anda akan semakin semangat dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Baik jalankan metode saya ini dan rasakan hidup anda nanti akan berubah. ikuti saja perubahan hidup ini dan selalu kita BERSYUKUR dan BERSYUKUR.


SIAPA BILANG HARTA TIDAK DIBAWA MATI ??'

 


Haji Usman, pemilik salah satu usaha batik dan olahan texstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal masyarakat atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya.

Seakan dunia telah begitu hina dimatanya.

Inilah mungkin sosok nyata orang yg dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.

Maka beberapa orang pengusaha muda yg bersemangat mendatangi beliau.

'Ajarkan pada kami Ji, bagaimana caranya agar kami seperti haji Usman.

Bisa bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan..hingga seperti haji Usman, bersadaqah terasa ringan'.

'Wah', sahut Haji Usman tertawa, 'Antum salah alamat' !

'Lho ?'

'Lha iya...kalian datang pada orang yg salah.

Lha saya ini *SANGAT SAYANG JG MENCINTAI HARTA SAYA.*

Saya ini sangat mencintai Aset yg saya miliki '.

'Lho ?'

'Kok lho. Lha sebab saking cinta dan sayangnya saya pada harta, SAMPAI-SAMPAI SAYA TIDAK RELA MENINGGALKAN HARTA SAYA DI DUNIA INI.

AKAN SAYA BAWA MATI DIKUBUR DENGAN HARTA BISNIS SAYA..

Saya itu TIDAK MAU BERPISAH dengan kekayaan saya.

Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu :

TITIP pada Masjid.

TITIP pada anak Yatim.

TITIP pada Fakir miskin.

TITIP pada Madrasah.

TITIP pada Pesantren.

TITIP pada pejuang fii sabilillah.

TITIP pada Guru2 Agama.

TITIP pada Karyawan yg rajin Ibadah.

TITIP pada sodara dan karyawan yg dirawat sakit.

Alhamdulillah ada yg berkenan mau dititipi, saya senang sekali.

Alhamdulillah ada yg sudi diamanati, saya bahagia sekali.

Insya Allah DI AKHIRAT NANTI SAYA BISA AMBIL LAGI, TITIPAN SAYA.

Saya ingin kekayaan saya itu dapat saya nikmati berlipat-lipat dialam kubur dan diakhirat'.

Jadi..! Siapa bilang harta tdk dibawa mati ?

Harta itu dibawa mati !!

Caranya ? 

JANGAN BAWA SENDIRI...minta tolong dibawakan oleh anak Yatim, Fakir miskin, orang-orang yg berjuang di jalanNYA dll..dll.

Karena anak dan keluarga sy cuma kasih kain kafan putih saja ketika saya sdh meninggal nanti.

Semoga menjadi renungan kita para sahabat yg soleh dan solehah.

Share jika memang bermanfa'at !

RIBA Penghalang Rezeki Dan Penghilang Keberkahan

 


Menolak untuk diatur seakan sudah menjadi tabi’at manusia, hingga sampai pada satu titik dimana ia merasakan dampak dari perbuatannya tersebut. Begitu sama  halnya dengan  RIBA, padahal sudah tegas pengharamannya didalam Al Qur’an danHadits, seperti firman-Nya:

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnyajual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (QS Al Baqarah: 275)

Namun orang-orang tidak mengindahkan aturan ilahi ini, disatu sisi ia mengharap REZEKI dari Allah Ta’ala, namun disisi lain ia tidak mengikuti prosedur yang dibuat oleh-Nya untuk mendapatkan rezeki itu.

Apakah mereka baru jera dari RIBA sampai mereka betul-betul bangkrut dan kehilangan semuanya?

Mereka tidak menyadari bahwa RIBA telah merusak semua yang mereka miliki tanpa terlihat oleh kasat mata. Dimata mereka semuanya baik-baik saja: Usaha mereka lancar, rumah dan kendaraan mereka bagus, Anak Istri mereka mendapatkan penghidupan yang layak. Namun sejatinya semua itu semu: 

Tidakkah mereka merasa bahwa usaha mereka hanyalah pekerjaan yang membuat stress dan menambah penyakit? 

Gaji mereka yang langsung habis untuk cicilan rumah dan kendaraan? Istri pembangkang, atau suami bejat, anak-anak yang durhaka, yang hanya mementingkan diri sendiri? 

Dan hubungan keluarga yang semrawut, dan seterusnya. semuanya adalah efek negatif RIBA yang seperti kanker, baru terasa jika sudah stadium tinggi.

Hal  inilah yang dimaksudkan oleh Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk (melakukan) perintah yang disampaikan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amalan yang shaleh. ’ Dan firman-Nya, ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. ’ Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh (lama), tubuhnya diliputi debu lagi kusut, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Ya Rabbku, ya Rabbku’. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, dan ia diberi makan dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan.” 

(HR. Muslim)

Bagaimana mendapatkan REZEKI berkah dari usaha yang bermodalkan pinjaman haram? 

Bagaimana mendapatkan ketenangan dirumah yang dibeli dari uang haram? 

Bagaimana mendapatkan perjalanan yang menyenangkan dengan kendaraan yang ada dan jalan dengan biaya haram? 

Bagaimana mendapatkan keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah jika anak istri disuapi dengan makanan haram?

Jawabannya adalah:

“Maka orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya’’.( QS Al Baqarah:275)

PILIHLAH HIDUPMU DENGAN BENAR


 Banyak orang bisa komentar dan prihatin atas masalah Anda tanpa memberi solusi dan merasakan betapa sakitnya Anda. 

Ingat! Anda berhak punya kehidupan dan kebahagiaan. Anda pulalah yang menjalankan kehidupan.

Jadi tetap melangkah dg keyakinan untuk mencari solusi bukan terus meratapi.

Pasti hidup anda akan lebih terpuji dg kemampuan diri sendiri berani melewati tantangan ini. 

Bukankah hidup itu memilih? 

Sejak bangun pagi, setiap hari, kita harus membuat pilihan. Mulai memilih pakaian, memilih makanan, memilih tindakan, memilih perasaan, memilih pikiran, memilih perilaku, memilih kata-kata, memilih gerak, memilih tontonan, memilih bacaan, memilih keputusan, memilih liburan, memilih sikap, dan terus membuat pilihan yang tak terhitung jumlahnya, yang sebagian terbesarnya tak pernah kita sadari.

Hidup adalah aliran pilihan yang terjadi secara otomatis. Kadang-kadang pilihan yang kita buat mendatangkan kemudahan dan kesenangan, tapi kadang-kadang pilihan yang kita buat mendatangkan kesulitan dan kesedihan.

Setiap hari kita terus memilih, semua pilihan kita itu memiliki nilai sebab-akibat, dan semua yang kita rasakan saat ini adalah hasil pilihan kita sendiri oleh hukum sebab-akibat.

Bila kita mampu melengkapi diri kita dengan kesadaran diri dan manajemen diri yang kuat, maka semua pilihan sejak pagi hari sudah dapat kita rencanakan dan kita kendalikan, agar tidak mendatangkan kesulitan dan kesedihan buat kita.

Jadi andalah yg bisa memilih menyelesaikan persoalan hidupmu. 

Pilih yg terbaik untuk menentukannya. 


Rabu, 07 September 2022

Misteri Rezeki (tanya Jawab Tentang Rezeki)

 


Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini sudah takdir saya? Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta”ala berikut ini :

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”( QS. Az Zukhruf : 32)

Bahwa Allah-lah yang mengatur pembagian rezeki kepada hambanya, Allah-lah yang mengatur penghidupan kita (ma”isyah kita) bukan orang lain, bukan pelanggan, bukan pimpinan perusahaan dan bukan diri kita, tapi Allah-lah yang menentukan seberapa banyak rezeki kita hari ini dan esok.

Lalu Mengapa Allah Menentukan Rezeki Saya Hanya Sedikit ?

Boleh jadi karena Allah tahu batas kemampuan kita, jika diberi kekayaan melimpah kita tidak lagi ingat kepadaNya, kita akan banyak berbuat maksiat. Karena Allah Maha Tahu, Dia mengetahui kadar kemampuan kita dalam menerima fitnah harta.

“Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah : 233)

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuura : 27)

Semua itu terjadi karena Allah tahu kapasitas dan kemampuan kita dalam menerima ujian kekayaan, semua karena kasih sayang Allah kepada hambanya, ada orang yang jika diberi kemiskinan maka dia akan bermaksiat sedangkan jika dia dalam kecukupan maka dia banyak beramal kebajikan. Sebaliknya ada orang-orang yang diberi kemiskinan justru banyak beribadah, sedangkan jika diberi kekayaan akan bermaksiat.

“Bagi tiap sesuatu terdapat ujian dan cobaan, dan ujian serta cobaan terhadap umatku ialah harta-benda” HR. Tirmidzi

Kalau Rezeki Sudah Ditakdirkan Lalu Mengapa Kita Harus Berusaha dan Bekerja ?

Kita tidak pernah tahu takdir kita sebelum takdir itu terjadi, oleh karena itu tetaplah berusaha bekerja sungguh-sungguh dan banyak beramal kebaikan untuk menyambut takdir kita, karena kita akan dipermudah menuju takdir kita.

Tentang masalah ini, jangankan kita, sahabat Rosulullah-pun menanyakan hal yang sama, buat apa berusaha dan bersusah payah jika sudah ditakdirkan buruk ?

“Wahai Rasulullah! Kalau begitu apakah tidak sebaiknya kita berserah diri kepada takdir kita dan meninggalkan amal-usaha? Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang berbahagia, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan barang siapa yang telah ditentukan sebagai orang yang sengsara, maka dia akan mengarah kepada perbuatan orang-orang yang sengsara. Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Beramallah! Karena setiap orang akan dipermudah! Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang berbahagia, maka mereka akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang bahagia. Adapun orang-orang yang ditentukan sebagai orang sengsara, maka mereka juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang sengsara. Kemudian beliau membacakan ayat berikut ini: Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.” (Shahih Muslim No.4786)

Jadi bersyukurlah jika Anda termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam berbuat kebaikan. Selain dari itu, perbaiki kualitas agama kita agar kita lebih siap menerima ujian baik kekayaan dan kemiskinan, karena jika kita sudah berbuat baik dengan banyak bersedekah dan bertakwa maka Allah akan memudahkan jalan kesuksesan kita, sekali lagi renungkan firman Allah Ta”ala berikut ini :

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al-Lail : 4 – 7)

Lalu Bagaimana dengan Mereka yang Berbuat Dosa, Mengapa Mereka Justru Sukses di Dunia ini ?

Karena mereka telah melupakan peringatan Allah, maka Allah akan memberikan semua kenikmatan dunia sehingga mereka semakin lupa dan semakin banyak berbuat dosa yang akhirnya akan di azab dengan sekonyong-konyong, sesuai dengan firmannya :

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An”aam : 44)

Jadi berhati-hatilah jika disaat kita banyak berbuat dosa dan maksiat justru Allah memberi rezeki melimpah!

Ingatlah :

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS Al Baqarah :212)

JANGAN MINDER KARENA BELUM KAYA HIDUPMU

 


Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras

Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu.

Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA

Serta jangan lupa semua itu harus  dihiasi dg akhlak yg mulia karena  tanpa Akhlak yg mulia semuanya akan sirna.

Namun bila tetap belum sejahtera hidupmu  juga.Tak perlu minder apalagi protes pada-NYA.

Seorang anak bertanya kepada ibunya : 

Ibu, mengapa kita kekurangan? 

Dengan tenang sang ibu berkata : 

Nak, hidup ini seperti jalan jalan di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yg membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti,

Siapa yg membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti. 

Sementara kita tak mungkin membawa apa apa,  Karena tak punya uang untuk membelinya.

Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja.

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang orang  kaya ditanya tentang 

Darimana hartanya mereka peroleh ?.

Dan kemana hartanya mereka gunakan ?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.

Lebih enak bukan !.

Apakah engkau masih juga belum bisa menerima ?.

Anakku 

Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang belum kaya

BERSABARLAH SEJENAK,

Karena hidup ini setelah beribadah tugas kita berusaha dan berdoa selebihnya Allah yg atur hasilnya

BERPIKIRLAH POSITIF,

Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa.

Mungkin juga, dengan belum kaya kita akan lebih  mudah meraih SURGA-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER, 

Karena kaya dan belum kaya bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Singkirkan cemburu, buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat dan Rezeki. 

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA., Menunggu kita Siap Menerima.

Selalu bersyukur dalam keadaan apapun agar jiwa kita tenang dalam hidup ini. 

Wisdom Motivation

 


Jangan Suka Melihat Kekurangan Orang Lain, Lupa Kekurangan Diri Sendiri Akan Lebih Baik Lagi Fokus Memperbaiki Diri Sendiri

Suatu hal yang sangat disayangkan ketika kebanyakan kita melupakan aib yang melekat pada diri, serta menutup mata dari kekurangan yang ada. Lebih parah lagi, ada yang bersikap sebaliknya, yaitu berbaik sangka dan menganggap diri telah bersih dan sempurna. 

Seolah olah yg lainnya dianggap tidak baik,  tidak benar dan akhirnya menjadi selalu merasa benar, itulah EGOIS Sejati. 

Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

“Ketahuilah bahwa apabila seorang hamba dikehendaki kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Dia akan menjadikannya sebagai orang yang mengetahui kekurangannya. Orang yang terbuka mata hatinya, niscaya tidak akan samar segala kekurangannya. Jika dia mengetahui kekurangan dirinya, dia bisa mengobatinya.

Namun, sayang sekali, kebanyakan orang tidak mengetahui kekurangannya. Bahkan, salah seorang dari mereka bisa melihat kotoran kecil yang melekat pada mata saudaranya, tetapi tidak bisa melihat batang pohon yang ada di matanya sendiri.

Dan terkadang, ada dari kita yang melakukannya, karena rasa iri hati, dengki, dan kepo, sehingga kehidupan orang yang yang kita iri tersebut menjadi begitu sangat menarik untuk kita ikuti, atau tanpa kita sadari kita terobsesi dengan orang yang ikuti dan cari tahu kehidupannya. 

Jika sebabnya karena kita kepo,iri dan dengki, bisa saja, kita jadi suka atau senang bila kita melihat orang yang kita iri tersebut mendapat kesusahan dan kita akan merasa susah, jengkel dan semakin bertambah iri hati, bila melihat orang yang kita iri tersebut, mendapat kebahagiaan.

Atau SMS (Senang Melihat Orang Susah. 

Susah Melihat Orang Senang) 

Mulai saat ini lebih baik introspeksi diri,  perbaiki hati,  pikiran dan mental agar selalu di Positif Mental Attitute.