Senin, 05 Desember 2022

Puncak Ruhani Kaum Sufi

 



Barangsiapa yang mengenal Allah, maka ia akan menangkap kebesaran kuasa Allah dalam segala sesuatu. Jika ia yang selalu ingat (berzikir) kepada Allah, maka ia akan melupakan yang lain kecuali Allah. Dan siapa saja yang mencintai Allah, maka ia akan mencintai dan melaksanakan ajaran-Nya dan mencampakkan ajaran lain Jika kita menginginkan pintu rahmat terbuka luas, resapilah dalam sanubari akan nikmat yang dianugerahkan Allah kepadamu. Dan jika kita berharap agar hati kita merasa takut akan siksa, renungilah kelalaian kita dalam mengabdi kepada – Nya. Barangsiapa menyadari, bahwa Allah senantiasa mengingin kan kita menjadi orang baik dan Allah lebih memahami tentang hal-hal yang mengundang kemaslahatan, maka artinya kita mampu mensyukuri nikmat Allah dan berhati tentram. Bila kita berkeinginan melacak sampai dimana derajat kita di sisi Allah, maka renungilah perbuatan kita sendiri kegigihan kita dalam beribadah dan sebagainya. Orang Arif adalah orang yang tidak pernah berhenti untuk berdzikir, tak enggan dalam menunaikan ibadah dan senang berdialog dengan Allah. Sehingga tercetak dalam lubuk hatinya sikap enggan bercengkrama dengan hal sia-sia yang tidak dilatarbelakangi manfaat agama. Alangkah janggalnya jika seseorang yang telah menyaksikan ke Maha Kuasaan Allah, namun dia mendurhakai-Nya. Kemanakah dia akan lari untuk mencari tempat perlindu ngan, sedangkan ia menganggap bahwa Allah selalu mengawasi sepak terjangnya. Bagaimana akan berlalai-lalai jika ia merasakan nikmat Allah selalu datang silih berganti kepadanya. Ma’rifat terbangun atas tiga fondasi ; Takut kepada Allah, Malu kepada Allah dan Cinta kepada Allah. Orang yang memandang sesuatu di dunia ini dari kaca mata ma’rifatnya, walau sesuatu itu dipandang, namun yang tergambar dalam benaknya adalah kekuasaan Allah. Oleh karena itu, mata boleh menangis lantaran melihat cobaan yang menimpa, namun hatinya bersukacita lantaran dosa-dosa yang telah lampau terhapuskan oleh musibah itu. Belum merasa puas orang arif ketika ia meninggalkan dunia terhadap dua perkara, yaitu ; Meratapi terhadap kekurangan dalam beribadah dan Kurangnya banyak memuji Tuhannya.



Minggu, 04 Desember 2022

Harus Yakin Dg Doa Kita.

 



ALLAH akan mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya, sebagaimana disabdakan Rasulullah

 "Sesungguhnya, Allah itu Mahahidup lagi Maha dermawan, Dia malu kepada hamba-Nya yang menengadahkan tangan meminta kepada-Nya, tanpa meletakkan kebaikan dalam tangan hamba-Nya itu."
(HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

Bahwa Allah tidak akan pernah memutuskan harapan hamba-hamba-Nya yang serius mendekat dan memohon kepada-Nya.
"Jangan paling kan harapanmu selain dari Allah, karena yang Mahadermawan tidak akan pernah memupus harapanmu."

Oleh karena itu, "Jangan mencoba menyampaikan hajatmu kepada selain Allah. Dia adalah Zat yang mengabulkan hajatmu, tidak mungkin hajat terkabul selain-Nya.
Sebab, Dia adalah Pemilik dan Pengatur semua hajat manusia. Sesungguhnya, tidak akan ada seorang pun yang mampu melenyapkan keperluan untuk dirinya.
Maka, bagaimana mungkin dia akan mampu memenuhi kebutuhan orang lain?


Tetap Tenang Ketika Menghadapi Masalah

 


Berdasarkan studi yang dilakukan oleh TalentSmart, ada 90% dari pemain bisnis top mampu mengelola emosi mereka dengan sukses ketika mereka menghadapi tingkat stress yang tinggi. Tentunya itu bukanlah kebetulan, tapi hasil dari latihan dalam jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ketika Anda membiarkan emosi Anda menjadi lebih baik saat menghadapi suatu permasalahan, Anda membuat diri Anda mengambil keputusan reaktif dan kehilangan kontak dengan sisi logis. Karena itulah Anda membuat keputusan yang lebih buruk dalam beberapa kasus. Berusahalah untuk tetap tenang ketika menghadapi masalah kecil ataupun besar. Berlatih dan belajarlah disiplin diri untuk belajar bagaimana mencegah emosi dan mengambil alih emosi Anda. Anda butuh perspektif dari orang yang memiliki pengalaman stress tingkat tinggi. Sesungguhnya emosi dan stress adalah sesuatu yang bisa ditaklukkan oleh diri Anda sendiri. Belajarlah untuk mengelolanya jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Gunakan pendekatan-pendekatan yang logis dan yakini bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi.

Sabtu, 03 Desember 2022

JANGAN PROTES APA YG TERJADI SAAT INI

 


Jangan pernah memprotes apa yang telah Allah karuniakan kepada kita karena hal itu tiada bermanfaat.

Jangan pula membangga-banggakan diri bahwa semua rezeki dan pencapaian diri ini hanya karena kerja keras diri sendiri.

Sesungguhnya, rezeki itu milik Allah, dikaruniakan-Nya kepada kita semua makhluq-Nya. Kita harus berterima kasih dan bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah berikan.

“..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.”
 (QS. Ibrahim: 7)

Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya. Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia sangka-sangka.

Sebaliknya, berapa banyak pula kita melihat seseorang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan.

Karena Allah Ta’ala pun telah berfirman,

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 216)

Dan inilah yang diungkapkan oleh ayat

"Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.

SYUKUR YANG SESUNGGUHNYA


 “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).


Ada TIGA hal yang harus dilakukan manusia ketika menerima nikmat ALLAH agar ia dipandang sebagai hamba yang bersyukur KEPADA-NYA.

Pertama: secara BATINIAH ia harus MENGAKUI telah menerima NIKMAT dari ALLAH.

Kedua: secara LAHIRIAH ia MENGUCAPKAN SYUKUR atas NIKMAT itu.

Ketiga: ia harus MENJADIKAN NIKMAT itu sebagai PENDORONG untuk lebih GIAT BERIBADAH kepada ALLAH.

Bila KETIGA hal tersebut telah BERPADU dalam diri seorang hamba, maka ia layWak dikatakan sebagai hamba yang BERSYUKUR kepada ALLAH.

Bersyukur itu wujud terimakasih seorang hamba kepada ALLAH atas nikmat yang telah diperolehnya.

Bersyukur dapat diterapkan dalam bentuk perasaan, ucapan maupun perbuatan. Allah Ta’ala berjanji bahwa akan melipatgandakan karunianya kepada orang-orang yang senantiasa bersyukur.

Yaitu orang menerima takdirnya dengan ikhlas, lapang dada, menghadapi cobaan dengan bersabar dan tidak mengeluh maka ALLAH akan menaikkan derajat mereka.

Sedangkan orang-orang yang kufur nikmat dan selalu merasa kurang maka hidup mereka tidak diberkahi oleh ALLAH.

BERSEGERA TAUBAT NASHUHA


 Allah Ta’ala Berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).”
(QS. At Tahrim: 8)

Saudaraku,
Tiada manusia yang tidak pernah melakukan dosa, kecuali Para Nabi dan Para Rasulullah 'Alaihimussalaam.

Tak ada yang menjadi sebab segala kerugian di dunia dan di akhirat kecuali berbuat dosa...

Dosa adalah bom waktu yang suatu saat pasti akan meledak memporak porandakan segala suatu kita baik di dunia maupun di akhirat...

Dosa adalah pengundang murka Allah Azza wa Jalla dan siksaNya juga warna warni musibah dariNya...

Dosa adalah hijab (tirai) pengahalang penglihatan hati kepada Allah Azza wa Jalla dan penghalang semua Cahaya dan Asror Ilahiyah Nabawiyyah juga penghadang diqabulnya doa oleh Allah Azza wa Jalla dan pemutus segala keberuntungan dari Allah Azza wa Jalla...

Tak ada yang mampu membersihkan diri dari dosa, kecuali taubat kepada Allah Azza wa Jalla dan meraih AmpunanNya juga minta ma'af kepada sesama...

Taubat adalah menyesali dosa yang pernah diperbuat dan menangis merengek-rengek memohon Ampunan Allah Azza wa Jalla...

Taubat adalah berhenti dari melakukan dosa kepada Allah Azza wa Jalla dan dari berbuat dzalim kepada sesama secara totalitas...

Taubat adalah berjanji kepada Allah Azza wa Jalla tak akan melakukan dosa kedzaliman lagi...

Taubat adalah membayar seluruh hutang ibadah kepada Allah Azza wa Jalla yang pernah ditinggalkan yang sudah ditentukan waktunya seperti Solat, Shaum, Zakat dan lain-lain

Taubat adalah membayar seluruh hutang haq orang lain yang pernah dirampas oleh kita...

Walhasil Taubat adalah membuat perubahan dalam hidup, baik i'tiqad maupun ucapan juga perilaku kita kepada segala hal yang Allah Azza wa Jalla ridhai..

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayahNya kepada kita, sehingga kita mampu bertaubat nashuha kepadaNya sebelum Malakulmaut merenggut nyawa kita hingga kita terbebas dari murkaNya dan adzabNya...
Aamiin Ya Rabb.

✅ Catatan :
Dianjurkan bagi seorang muslim yang pernah melakukan dosa untuk segera shalat taubat.

Caranya adalah dengan mengerjakan shalat taubat dua rakaat, kemudian hati difokuskan untuk mengingat Allah dan mengerjakan shalat secara khusyu’. Setelah shalat dianjurkan memperbanyak istighfar atau minta ampun kepada Allah. Mudah-mudahan dengan shalat dan doa tersebut Allah mengampuni dosa kita.

Karena itu, manfaat shalat taubat adalah agar Allah senantiasa memberikan ampunan kita atas perbuatan dosa yang tidak kita ketahui atau tidak kita sengaja, apalagi jika dosa itu kita lakukan tiap hari.

Wallahu a'lam bish-shawab.
Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.

Jumat, 02 Desember 2022

Jebakan Kenikmatan Yg Melalaikan Bernama ISTIDRAJ !!!

 



Jika kita tidak segera melakukan perbaikan diri dengan menjauhi mindset Materialisme dari dalam diri kita, sehingga kita terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini, akhirnya terjebak Istidraj dari ALLAH, karena kelalaian kita sendiri. Ujung-ujungnya adalah musibah dan kerugian di akhirat kelak.! APA ITU ISTIDROJ ? ISTIDROJ itu adalah Azab Yang Diundur- undur oleh ALLAH Ta'ala, Namun ALLAH Tetap memberikan kita : Harta Yang Berlimpah; Padahal Tidak Pernah Bersedekah. ! REZEKI BERLIPAT-LIPAT; Padahal Jarang Shalat, Tidak Senang pada Nasihat Ulama, dan Terus Berbuat Maksiat.. ! DIKAGUMI, DIHORMATI; Padahal Akhlak Bejat. DIIKUTI, DITELADANI dan DIIDOLAKAN; Padahal Bangga Mengumbar Aurat Dalam Berpakaian.. ! SANGAT JARANG DIUJI SAKIT; Padahal Dosa-Dosa Menggunung dan Membukit. ! TIDAK PERNAH DIBERIKAN MUSIBAH; Padahal Gaya Hidupnya Sombong, Meremehkan Manusia, Angkuh dan Bedebah.. ! ANAK-ANAK SEHAT-SEHAT, CERDAS-CERDAS; Padahal Diberikan Makan Dari Harta Hasil Yang Haram (Menipu, Korupsi, Riba', dll ) HIDUP BAHAGIA PENUH CANDA TAWA; Padahal, Banyak Orang Karenanya Ternoda dan Terluka. KARIRNYA TERUS MENANJAK; Padahal Banyak Hak Orang Yang Diinjak-Injak.. ! SEMAKIN TUA SEMAKIN MAKMUR;Padahal Berkubang Dosa Sepanjang Umur.. ! Hati-Hati, Karena itulah yang Dinamakan ISTIDRAJ. RENUNGKAN AYAT INI : ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ Artinya: "Maka Tatkala Mereka Melupakan Peringatan yang telah diberikan kepada mereka, KAMI pun Membukakan Semua Pintu-Pintu Kesenangan Untuk Mereka; Sehingga apabila Mereka Bergembira Dengan Apa yang Telah Diberikan Kepada Mereka, KAMI Siksa Mereka Dengan Sekonyong-Konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-'An"am : 44 ) Wallahu a'lam bish-shawab. Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.