Selasa, 03 Juli 2018

Apakah org yg meninggal sadar bahwa dirinya sdh mati


Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disholati hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya*

*Beberapa waktu kemudian*

*Saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah. Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata, dan terbangun dari “mimpi” buruknya.*

*Dia senang dan bersyukur, bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk, dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.*

*Kemudian dia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget,*

*“Dimana bajuku? Kemana celanaku?” Lalu dia meraba sekelilingnya yang berupa tanah “Dimanakah aku?” “Tempat apa ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?” Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah, dan sebenarnya apa yang dialaminya bukanlah mimpi! Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.*

*Berteriak lah dia sekeras-kerasnya, memanggil orang-orang terdekatnya yang dianggap bisa menyelamatkannya:*

*“Ibuuuuu….!!!!*
*“Ayaaaaaah…!!!!”*
*“Kakeeeeek!!!”*
*“Neneeeek!!”*
*“Kakaaaaak!!!”*
*“Sahabaaaaat!!!”*

*Tidak ada seorang pun yang menjawab nya. Dia yang selama ini lupa pada Allah pun ingat bahwa ALLAH adalah satu-satunya harapan.*

*Menangis lah dia sambil meminta ampun,*

*“Ya, Allaaaaaaah…. Ya Allaaaaaaah…. Ampuni aku ya Allaaaaaaah….!!!”*

*Dia berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.*

*Jika dia orang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum akan mendudukkannya dan menenangkannya, menghiburnya dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.*

*Jika dia orang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.*

*Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur*

*Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:*

*“Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya)*

*Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang – orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.*

*Setelah dikuburkan dan orang – orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.*

*Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”*

*Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah Al quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.*

*Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”*

*Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la (Himpunan Fadhilah Amal : 609)*

*Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.*

*Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.*

*Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapakku, keluargaku, saudaraku dan seluruh kaum muslimin, Ya Allah, jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin.

Senin, 02 Juli 2018

ALMA DAN TAQY: DRAMA PERNIKAHAN MUDA



Kira-kira kalau saya nulis soal artis (lagi) pada muntah nggak? HAHAHAHA

Lha piye dong… setelah lama termenung di kamar,  kok yang terfikir untuk ditulis adalah soal berita lawas sepasang artis. Eh ini layak disebut artis nggak ya? Okelah..kita sebut orang beken saja ya. Mereka adalah Taqy dan Alma, yang dikabarkan akan bercerai padahal baru tiga bulan menikah. 

Taqy ini adalah hafidz muda Indonesia, yang punya banyak follower di instagram. Yang disebut-sebut sebagai hafidz ganteng dan satu geng dengan Muzzamil Hasballah (siapa pula ini?) ya intinya hafidz yang terkenal gitu lah ya…

Lalu Alma adalah selebgram yang anak pengacara tajir bernama Sunan Kalijaga. Alma ini dekat dengan Awkarin (tahu lah ya siapa awkarin ini. Yang belum tahu mungkin bisa di-gugel) lalu memutuskan berhijrah, dan menikah di usia muda dengan Taqy. Kalau nggak salah, usianya saat menikah adalah 18 tahun. Usia dimana seorang gadis muda baru saja lulus SMA.

Lha… kenapa kok saya jadi latah ngikuti berita mereka, karena pasangan ini menarik. 

Pertama, mereka berani nikah muda. Habis nikah langsung LDR pula (Taqy kuliah di Mesir). Kedua, saya salut dengan keberanian Taqy menikahi wanita yang mungkin level pemahaman agama-nya jauh di bawah dia. Taqy ini hafidz, dan hidup dalam keluarga dengan pemahaman agama yang baik.  Lalu gadis pilihannya adalah Alma yang gaul, Alma yang tahu seluk beluk dunia clubbing, Alma yang anak orang kaya, dan Alma yang baru saja hijrah.

Akan lebih mudah bagi Taqy, mungkin, jika memilih gadis yang sudah kokoh dalam hijrahnya. Mungkin macam Muzammil kala memilih Sonia (Sonia siapa lagi? Gugel sendiri ya 😄 )tapi dia memilih Alma dan bertekad membimbing Alma menjadi pribadi yang lebih baik: bagi saya ini mengagumkan.

Lalu mereka pun menikah. Lalu warganet baper. Lalu mereka dinobatkan sebagai relationship goals layaknya Muzammil, layaknya Alfin putra ustadz Arifin Ilham, lalu mereka LDR di H+7 setelah menikah, lalu boooommmmm….. mereka dikabarkan akan bercerai. 😲

Beredar kabar, Taqy tidak suka dengan Alma yang pakai celana saat liburan. Taqy nggak suka Alma menjawab chatt-nya dengan kata “apose”. Di sisi lain, Alma kecewa dengan Taqy yang tidak lemah lembut dalam membimbingnya berhijrah. 

Alasan ini yang beredar. Alasan lain sih hanya mereka berdua saja pastinya yang tahu. 

Nah.. sebelum mereka memutuskan bercerai pun warganet disuguhi banyak drama. Alma yang dinilai terlalu banyak mengumbar masalah pribadi di sosmed, diimbangi pula dengan pihak Taqy yang menggelar jumpa pers. Pernikahan dua anak muda ini jadi begitu gaduh. Terlalu banyak hal yang membuat miss focus. 

Saat membaca berita demi berita itu, yang terlintas di batin saya cuma satu: Dua anak manusia yang saling jatuh cinta ini hanya butuh ketemu -_-

Ketemu, pelukan melepas kangen, sayang-sayangan, lalu bicara dari hati ke hati. Drama ini terjadi dalam bentang Jakarta-Kairo. Perang dilakukan lewat sosmed. Padahal mungkin kalau mereka bertemu, amprogan istilahnya, bisa aja setelahnya happy ending. 

Ini analisa sotoy saya aja sih.. sebab saya pernah jadi gadis muda seperti Alma. Yang labil dan caper ampun-ampunan.

Usia 18 tahun, ya jangan dituntut se-dewasa Raisa yang menikah di usia 27 tahun. Saya jadi membayangkan berada di posisi Alma. Masih pengantin baru, dengan segudang kekaguman dan rasa cinta kepada suami (kabarnya Alma yang berinisiatif duluan berkenalan dengan Taqy), lalu ditinggal suami hanya seminggu setelah nikah. Ninggalinnya bukan cuma ke Bekasi ceu, tapi ke luar negeri untuk urusan study.

Apa yang saya rasakan? Kangen berat pastinya.

Lalu di sisi lain, Taqy di sana ada tanggung jawab study. Ada masalah pribadi, masalah perkuliahan, masalah sosial yang harus ia tuntaskan.

 Fokus Taqy ada pada studi-nya. Sementara fokus Alma ada pada suaminya. Di sinilah ketimpangan pertama mulai terjadi.

Lalu yang terjadi berikutnya adalah, gadis muda yang rindu suaminya ini mulai memberi kode, mulai merajuk, bahasa kerennya “caper” di sosmed.

Alma hanya ingin diperhatikan, dicintai, seperti hal-nya pasangan baru. Pasangan lama saja belum tentu kuat LDR, lha ini pengantin gress. Di sini saya benar-benar bisa memahami isi hati Alma ☹️

Tapi apa Taqy salah? Ya enggak juga sih. Dikira study di luar negeri itu gampang apa. Dia fokus pada study-nya, pertanda dia lelaki yang bertanggung jawab kan. Dia menilai Alma labil hanya karena sering baper di sosmed, ya wajar juga. Di usia yang masih muda, mungkin jam terbang Taqy dalam memahami wanita masih sangat rendah.

Ketimpangan kedua, Taqy ini hafidz dan Alma adalah wanita yang baru saja berhijrah dari masa lalu yang sangat jauuuh berbeda dari Taqy. Bagi Taqy, celana sangat mengganggu. Bagi Alma, mungkin kasarannya, “masih mending aku pakai celana, daripada pake rok se atas lutut?” Alma kesulitan mengakselerasi Taqy. Taqy tidak punya banyak ruang dan waktu untuk membimbing istrinya secara langsung. 
Ditambah, kedua belah keluarga akhirnya terlibat.. kedua insan ini tidak kunjung bertemu (dan berpelukan), masalah yang terlempar ke publik sudah telanjur digoreng oleh keluarga. Jadi makin rumit deh -_-

Sedih ya… 😰

Sebagai penonton, saya ingin mereka tetap bertahan. Sebab saya kok nyaris yakin, pangkal masalahnya adalah rasa kangen yang sulit dibendung, lalu diungkapkan dan direspons balik dengan cara yang “unik”.

Sekali lagi ini cuma ke-sotoy-an saya saja. Semoga salah.

Menikah sekufu (satu level, baik level agama maupun level ekonomi sosial) itu saja sudah banyak masalah, butuh adaptasi dan saling pengertian. Apalagi pernikahan beda kufu seperti yang mungkin terjadi pada pernikahan pasangan muda ini.

Semoga apapun yang terjadi, Alma dan Taqy bisa mengambil hikmah besar dari peristiwa ini.

 Untuk adik-adik kita yang ingin menikah muda: Taqy dan Muzammil ini hanya contoh belaka. Yang ndilalah nasib pernikahannya berbeda. Tapi percayalah, menikah tidak cuma butuh cinta dan uang. Nikah butuh kedewasaan. Usia bisa jadi bukan parameter kematangan seseorang. Tapi setidaknya usia memberi keleluasaan dalam hal pengalaman, yang nantinya berperan membentuk kedewasaan juga.

Cinta memang bisa menghantarkan kita menuju pernikahan. Namun percayalah: pernikahan tidak akan cukup jika di dalamnya hanya tersaji cinta....

Nah dari sekian banyak uraian di atas, ada banyak sekali pesan yg saya tangkap. 

Seringkali, ungkapan caper terhadap orang yg kita sayangi (baik itu suami ke istri atau sebaliknya, ortu ke anak atau sebaliknya) diungkapkan dengan cara yg kurang komunikatif, sehingga orang yang kita sayangi lebih merasa 'terganggu' dan menimbulkan rasa kurang nyaman. 

Jika sekarang masih ada diantara sahabat yang sedang kurang akur, dengan orang tua misalnya. Jika akhir-akhir ini orang tua sering ngomel dan jarak anda jauh dengan mereka, bisa jadi mereka rindu. Ungkapannya saja yang mungkin jadi salah. Bertemu lah ya... biar clear. 😘

Jika hari ini ada suami istri yg 1 ranjang tapi tak satu hati, tidur saling membelakangi, barangkali ada komunikasi yg salah, maka bicaralah baik-baik. Bertemu dalam suasana yg lebih romantis. Utarakan keinginanmu dan berusahalah mengerti keadannya. Bahasakan keinginan kita dengan cara yg tepat, sehingga akhirnya masalah clear. Masa satu rumah, satu kasur, tapi tak satu hati? Sayang. Apalagi yg LDR, kalo lagi berantem ya ketemu lah... bisa jadi selama ini hanya ingin 'melepas kangen'. 

Jika selama ini sedang kurang baik silaturahminya dengan sahabat baik, ya ketemu lah, ngopi-ngopi cantik. Siapa tahu karena kesibukan masing-masing jadi jarang ketemu, jarang ngobrol, dan akhirnya 'salah faham. 😁


Semoga yg hari ini sedang bertengkar segera di rukunkan. Aamiin 

Minggu, 01 Juli 2018

Kalau Bisa Bayar, Kenapa Ambil yang Gratis!?

Hasil gambar untuk Gratis

Sebagai salah satu dari 240 juta orang Indonesia, maka cara berpikir saya ,tentunya tidak mungkin bisa terlepas dari pola pikir gaya Indonesia. Salah satunya adalah: _”Kalau bisa gratis, kenapa harus beli?”_
Nah, saya dapat pelajaran baru disini, yang membuat saya tercenung dan merenung diri.

*Sore Hari Roti Gratis*

Awalnya dulu, saya tidak percaya, ketika ada teman dari Indonesia yang sudah lebih lama tinggal disini. Katanya, bahwa toko roti disini, tidak menjual roti yang sudah bermalam. Makanya kalau sudah sore, roti bisa diperoleh secara gratis. Tapi saya sama sekali tidak melihat ada yang antri untuk dapatkan roti gratis Padahal saya pernah saksikan di salah satu mall di Indonesia, pada jam 7 malam ada antrean yang panjaaang, karena roti dijual setengah harga. Nah, apalagi kalau dikasih gratis.

*Pengalaman Dapat Roti Gratis*

Suatu sore, sesudah menikmati secangkir capuciino di Gloria Jeans Café yang capucinno-nya paling enak (menurut saya), kami mampir ke toko roti. Membeli sebatang roti kismis dan minta kepada si mbak penjaga toko roti, untuk dipotongkan, sehingga nanti dirumah gampang, tinggal comot dan makan.

Selesai dipotong dan dibungkus rapi, lalu diserahkan kepada saya. Langsung saya berikan uang lembaran 10 dollar. Tapi ditolak dengan senyum manis, sambil berucap, ”It's free nothing to pay.”
 
“Are you sure?” kata saya. 

Gadis remaja yang tugas jualan disana, menjelaskan, bahwa kalau sudah ditutup, roti tidak boleh lagi dijual. Boleh diberikan kepada siapa yang mau atau diantarkan ke Second Hand shop untuk orang yang membutuhkan.

Agak tercengang juga saya dengar penjelasannya. Terbayang, kalau di Indonesia, wah bisa bangkrut ini, karena orang bakalan menunggu toko tutup supaya dapat yang gratis.

*Ada Pembeli Lain Yang Lebih Membutuhkan*

Belum selesai ngobrol dengan si mbak, tiba tiba ada suami istri, yang juga mau belanja roti. Rupanya mereka tanpa saya sadari sudah mendengar percakapan kami. Kelihatan si Pria adalah orang Australia, sedangkan istrinya adalah tipe orang Asia. Si wanita juga minta roti di mbak, tapi di cegah oleh suaminya, sambil berkata _”No darling, please. We have enough money to buy. Why do we have to pick up a free one? Let’s another people who need it more than us take it."_

Wah... wah, merasa tersindir wajah saya panas… Egoisme saya melonjak kepermukaan, merasa tersindir dengan perkataannya. Dalam hati saya bergumam, ”Hmm saya ini dulu pengusaha tau”.
Tapi, syukur cepat sadar diri, nggak sampai terucapkan. Karena orang yg bicara suami ke istrinya, masa iya saya tiba2 nyelak ditengah tengah? Hampir saja saya berbuat kesalahan. Karena toh mereka tidak omongin saya… Kalau saya merasa tersindir, itu salah saya sendiri.

*Renungan diri*

Hingga menjelang tidur, kata kata si Suami kepada istrinya masih tergiang ngiang rasanya, _"We have enough money to buy... why do we have to pick up a free one."_ s

Setelah saya renungkan, saya merasakan bahwa kata kata ini benar. Kalau semua orang yang punyai duit, ikut antri dan dapatkan roti gratis, yang biasanya diantarkan ke Second Hand Shop untuk dibagi bagikan gratis, berarti orang yang sungguh sungguh membutuhkan tidak bakalan kebagian lagi roti gratis.

Walaupun saya sesungguhnya mau membayar, namun si mbak yang nggak mau terima uang saya. Pelajaran hidup ini tidak mungkin akan saya lupakan. 

*Kalau kita sanggup beli. jangan ambil yang gratis. Biarlah orang lain yang lebih membutuhkan mendapatkannya.*

Sungguh sebuah kepedulian akan sesama yang diterapkan dengan sungguh sungguh hati.
Kini saya baru tahu, kenapa kalau di club ada kopi gratis, tapi jarang ada yang ambil, Mereka lebih suka membeli. Bukan karena gengsi gengsian, tetapi terlebih karena rasa peduli mereka pada orang lain, yang mungkin lebih membutuhkan.

Pelajaran yang sungguh sungguh memberikan inspirasi bagi diri kita.
Allah sudah memberikan berkat yg cukup utk kita, tidak perlu lagi kita mengambil bagian yg diperuntukkan bagi orang lain.

Sabtu, 30 Juni 2018

BILA UMUR TELAH 40 TAHUN HIJRIYYAH

Hasil gambar untuk Usia 40

Bila Usia Telah Sampai 40 tahunAllahTa'ala berfirman :

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Apabila dia telah dewasadan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, tunjukkanlah aku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepadaibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dansesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim" (QS. Al-Ahqaf : 15).

Bila usia 40 tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia benar-benar telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...Bila usia 40 tahun, maka manusia hendaklah memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan, semakin bersyukur...Bila usia 40 tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Dimana banyak yang akhirnya menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada minatnya terhadap agama, maka ini pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...

Bila usia 40 tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dankekayaan finansial. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat. Bahkan tak hanya memikirkan dirinya semata, tapi juga nasib anak istrinya, seperti ujung doa indah ayat di atas "...dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku...

"Bila usia 40 tahun, maka akan sulit dirubahnya kebiasaan pada usia-usia sesudahnya. Jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...Bila usia 40 tahun, maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baikhari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna...Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata:
"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka "Masyaa AllahNa'udzu mindzalik,Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab:"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. 

Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. 

Di antara aku dan dia ada Allah"Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan sholat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalanpada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya" (Ihya Ulumiddin IV/410).

Imam Malik rahimahullah berkata :"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun.Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasinya untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)" (At-Tadzkiroh hal 149).
Muhammad bin Ali bin al-Husain rahimahullah berkata :

"Apabila seseorang telah mencapai usia 40 tahun, maka berserulah penyeru dari langit: "Waktu berpulang semakin dekat, maka siapkanlah perbekalan"
An-Nakha'i rahimahullah berkata:"Sebelumnya mereka menggapai dunia, di saat menginjak usia 40 tahun mereka menggapai akhirat" 

Jumat, 29 Juni 2018

Fenomena Londonistan



SAYA memang tahu ada nama Pakistan, Afghanistan, Turkistan, Kazhakstan, Kirgistan, Uzbekistan dan lain-lain nama berakhiran “stan”. Namun saya tidak tahu bahwa ternyata ada pula nama Londonistan.

Ternyata Londonistan adalah julukan terbaru bagi sebuah kota yang bernama London . Yang menciptakan julukan Londonistan adalah jurnalis terkemuka, Melanie Phillips, demi melukiskan betapa besar pengaruh Islam terhadap ibukota Inggris di masa kini.

Sejak 2001 sampai dengan 2016, di London telah didirikan 423 mesjid baru sementara sekitar 500 gereja telah ditutup. The Hyatt United Chuch dibeli oleh umat Islam dari Mesir dan diubah menjadi masjid.  Sama halnya dengan gereja Santo Peter dirubah menjadi masjid Madina. Masjid Brick Lane semula adalah sebuah gereja Methodist. Bukan hanya bangunan yang berubah sebab pada tahun 2016 jumlah kaum Mualaf di kota Londonistan meningkat dua kali lipat.

The Daily Mail sengaja secara khusus mempublikasikan serial foto fakta Londonistan antara lain dengan foto sebuah masjid dan sebuah gereja bertetangga di pusat kota Londonistan. Atau adegan di dalam gereja San Giorgio yang berkapasitas tampung 1.230 jemaat namun hanya hadir 12 orang pada upacara misa. Hanya 20 orang tampak hadir di dalam katedral Santa Maria.

Masjid di kawasan Brune Street Etatate punya masalah beda akibat daya tampung hanya maksimal 100 orang maka setiap Jumat, umat terpaksa meluber ke jalanan. Walikota London masa kini adalah Muslim.

Ceri Peach dari Universitas Oxford menyatakan homogenitas umat beragama di Inggris masa kini memudar akibat dominasi Kristen memang melenyap. Direktur The National Secular Society, Keith Porteus Wood yakin bahwa di Inggris dalam 20 tahun mendatang jumlah Muslim akan lebih besar ketimbang jumlah Nasrani.

Menurut riset NatCen Social Research Institute jumlah umat Anglican pada lingkup waktu 2012 sampai dengan 2014 mengalami kemerosotan menjadi sekitar 1,7 juta , sementara jumlah umat Islam di Inggris meningkat menjadi satu juta insan. Demografikal, umat beragama di Manchester 15,8 persen Muslim, Birmingham 15,8 persen bahkan Bradford 24,7 persen.

Wajar apabila para penderita Islamophobia makin dilanda gelisah paranoid bahwa gelombang bencana Islamisasi sedang melanda Inggris. Namun bagi mereka yang mengerti kodrat proses peradaban, sama sekali tidak merasakan apalagi menganggap fenomena Londonistan sebagai suatu mimpi buruk di malam hari.

Gejala Londonistan sekadar ekspresi perubahan peta demografik keagamaan di Inggris di mana kebetulan agama Nasrani sedang mengalami masa pasca kematangan sementara Islam sedang mengalami masa pertumbuhan.

Kemerosotan jumlah umat Kristen bukan akibat pertumbuhan  Islam. Ketika masih belajar kemudian mengajar di Jerman pada tahun 70an abad XX di mana umat Islam setempat masih dalam jumlah sangat terbatas, saya pribadi sudah menyaksikan bagaimana jumlah umat Kristen yang rajin ke gereja terus menerus merosot.

Jumlah warga yang secara adminisratif ke luar dari agama Kristen makin banyak akibat keberatan membayar pajak gereja yang secara legal wajib dipotongkan langsung dari salaris bulanan. Terutama generasi muda Jerman pada masa itu sudah mulai menganggap  agama Kristen sudah tidak relevan akibat tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Maka dapat disimpulkan bahwa apa yang disebut sebagai Islamophobia sebenarnya hanya suatu penyakit jenis khayal yang sengaja direkayasa oleh mereka yang merasa kepentingannya terancam akibat tumbuhnya jumlah umat Islam.

Sehingga meski pun pada kenyataan mayoritas pelaku kekerasan terorisme di bumi Amerika Serikat sebenarnya bukan Muslim, namun Donald Trump dan para pendukungnya sengaja membiasakan diri untuk menggunakan istilah teroris Islam radikal.

_Penulis adalah pembelajar peradaban_

Rabu, 27 Juni 2018

TERPIMPIN DAN TERLUASKAN.

Hasil gambar untuk Terpimpin dan terluaskan

Alhamdulillah, atas izin-Nya segala urusan selesai satu persatu. Semua dengan segala kemudahan. Tapi yang paling ingin saya soroti adalah pasca launching Gerakan Sadar Kaya. Kejadian-kejadian unik bermunculan.

Gerakan Sadar Kaya bukan tentang Archan, bukan tentang para trilyuner yang menjadi mentor. Tapi tentang kemakmuran yang merata, bukan hanya pada dimensi fisik, tapi juga batin dan jiwa. Gersaka adalah surban, yang setiap ujungnya bisa dipegang oleh siapapun lalu bersama-sama mengangkat beban kemiskinan dan kemelaratan yang menghinggapi bangsa ini.

Maka, saya tegaskan bahwa Gersaka hanya salah satu produk do'a yang mewujud!

Inilah rahasianya!

Guru spiritual saya pernah berkata, bahwa jika segala do'a dan munajat keselamatan kita hendak dirangkum dalam satu kata maka mintalah agar senantiasa menjadi pribadi yang TERPIMPIN.

Kata ini menjadi kekuatan tanpa batas ketika kita menjadi hamba yang terpimpin oleh-Nya.

Kita dipimpin menuju hal-hal baik, dipimpin menuju kemakmuran, kesuksesan dan langkah ini terus dipimpin menuju rezeki-rezeki besar. Bayangkan jika hati ini terus dipimpin menuju kemuliaan, lisan ini terus dipimpin menuju ketaatan, dan setiap buah pikiran kita terpimpin menuju maha karya yang agung. 

Bayangkang sejenak jika setiap jeda hidup kita terpimpin untuk menghindari kebusukan, kehancuran dan kenistaan. Bagaimana rasanya jika setiap tindakan kita terpimpin untuk dijauhkan dari segala hal yang tercela dan mencelaka. Bagaimana menurut pendapat anda ketika setiap kata, gerak hati dan isi kepala senantiasa terpimpin untuk selalu berjarak dengan kebohongan, keserakahan, kesombongan dan penyakit nurani.

Sungguh mulia pribadi-pribadi yang terpimpin ini.

Sang guru pun bertaujih, ketika kita hendak meminta segala bentuk kebaikan dan keberlimpahan, maka sebuah kata yang mampu merangkum kedigdayaan ini adalah TERLUASKAN.

Mintalah kepadaNya agar menjadi pribadi yang memiliki keluasan baik keluasan Rezeki, pergaulan, pemahaman, ilmu, wawasan, ketrampilan, kekuasaan, kesabaran, ketaatan, serta keluasan hati dan pikiran.

Rezeki yang luas membuat anda mampu memanen hasil diseluruh permukaan bumi. Pergaulan yang luas membuat anda disukai, dihargai dan memiliki banyak saudara, pemahaman yang luas membuat anda makin bijaksana, ilmu yang luas membuat anda mampu menyelesaikan persoalan apapun, wawasan yang luas menghindarkan diri dari berbagai bentuk tipu daya, ketrampilan yang luas membuat anda menjadi dibutuhkan banyak orang, kekuasaan yang luas adalah sarana pengabdian yang jauh lebih besar, kesabaran yang luas membuat anda selalu menang dalam setiap keadaan, ketaatan yang luas menjadikan anda hanya tergantung pada Allah, tak ada yang membuat hidup anda terikat karena kebergantungan.

Sementara, hati yang luas mampu menampung masalah meski sebesar samudra dan pikiran yang luas mampu menanggung beban meskipun seberat ratusan gunung.

Do'a saya, semoga anda selalu menjadi pribadi yang terpimpin dan terluaskan!

Salam kemakmuran bersama!

Selasa, 26 Juni 2018

WASPADA, MONAS SEBENTAR LAGI TENGGELAM!

Hasil gambar untuk Monas

Jika anda nggak percaya dan anggap itu mustahil, boleh jadi anda kurang iman...hehehe...tapi beneran, anda boleh jadi bukan hanya kurang iman tapi tergolong kafir!

Naah lebih sadis lagi kan!

Iya, anda mungkin tergolong kafir dan siap-siap menerima azab karena menganggap air tak mungkin mencapai ketinggian, bukan cuma monas, bahkan tempat tertinggi di muka bumi kala itu. Kalau anda hidup di zaman Nabi Nuh a.s.

Coba duduk atau rebahan sebentar sambil bayangin peristiwa ini. Ada seorang lelaki yang hanya dibantu oleh sedikit orang karena mayoritas menganggap dia nggak waras, gila, tak rasional, tak logis, pembual atau penebar hoax kalau hidup zaman now.

Apa yang dilakukannya? Apa yang disampaikannya?

Pria ini membuat kapal yang sangat besar karena meyakini bahwa dunia akan tenggelam. Bukan hanya itu, ia membuat kapal tersebut diatas gunung.

Pantesan diketawain, dicemooh, dianggap fiktif dan diperolok. Jelas pernyataannya nggak masuk akal. Air dari mana yang bisa menenggelamkan bumi? Bagaimana caranya menurunkan kapal besar dari atas gunung? Serta berbagai komentar mayoritas manusia saat itu.

Nggak kebayang, narasi yang beliau bangun itu bukan setahun dua tahun tapi ratusan tahun. Selain itu membangun kapal besar bukan pekerjaan sebentar, dan selama itulah nabi Nuh a.s menerima cemoohan.

Tapi orang yang imannya teguh memang berbeda. Mereka berpegang pada sumber kebenaran tertinggi dari Yang Maha Tinggi, sehingga tak ada sedikitpun ruang kosong tempat keraguan hadir didalamnya.

Nalar sudah tak menjadi rujukan utama, karena wahyu bersifat absolut tanpa perlu disulut pembenaran otak dan mulut.

Wajarnya kapal yang menghampiri air bukan sebaliknya.

Logikanya air laut saja tak bisa membanjiri seluruh bumi, lalu air dari mana lagi yang bisa menenggelamkan bumi.

Tapi, sang Nabi hanya terus bekerja. Hanya siapkan wadahnya. Meski ratusan tahun waktu untuk menebusnya. Entah berapa periode ganti presiden kalau di sini. Di negeri yang Indah ini.

Jadi, kalau berdasarkan wahyu disebutkan bahwa suatu saat nanti susah bayar zakat karena orang kaya semua, suatu saat nanti orang berlomba-lomba membangun gedung yang tinggi serta berbagai kabar kemakmuran lainnya,maka Gerakan Sadar Kaya meyakini sepenuh hati kalau itu akan terjadi dan membantu mewujudkan hal tersebut.

Kalau berdasarkan wahyu, bahwa fitnah-fitnah akan merajalela hingga munculnya Dajjal nanti. 

Ya sudah siap-siap saja. Jaga diri dan keluarga kita dari api neraka.

Kalau menurut wahyu, banyak orang yang berbantah-bantahan, mencemooh kebenaran dan lebih menyukai kemaksiatan, ya bertahan saja. Emang sudah musimnya.

Saya yakin banget nggak sampe ratusan tahun kok. Umur bumi juga sudah tua. Jadi sibukkan diri untuk menyambut wahyu lainnya. Wahyu yang lebih membangkitkan optimisme.

Bahwa bumi ini diwariskan untuk orang-orang bertakwa!

Bahwa kejayaan Islam akan tegak.

Bahwa bumi akan dipenuhi dengan keadilan.

Bahwa kemenangan yang nyata dan dijanjikan itu sudah dekat.

Siapkan saja wadah cita-cita anda setinggi-tingginya, buat saja kapal rezeki anda untuk berlayar menuju pulau impian. Insya Allah banjir rezeki akan menghampiri bahtera yang anda bangun.

Tapi, kabar terakhir membuktikan bahwa kapal Nabi Nuh dibuat dari kayu jati yang hanya tumbuh di pulau Jawa. Dan kalau diperhatikan, negara yang paling banyak pulaunya karena pernah ada banjir besar cuma di Nusantara ini.

Jadi,,,wajar saja kalau gen pencemooh, penghujat kebenaran dan penghina Tuhan itu masih ada di negeri ini. Semoga mereka semua direndam banjir....banjir hidayah dan kemuliaan. Amiiien. Tenang, Monas sebentar lagi tenggelam itu adalah fiktif!