Sabtu, 19 November 2022

IT'S ALL ABOUT THEM


 Ben Waites adalah seorang penyanyi pria yang ikut berlomba pada ajang America's Got Talent 2022. Ia memperkenalkan dirinya sebagai pelatih vokal. Seorang juri terpancing untuk bertanya padanya apakah murid-muridnya mengetahui ia akan ikut audisi tersebut? Ben menjawab tidak.


Lantas ia menjelaskan alasannya yang sangat inspirasional, "In that time with them, it's all about them!"

Apabila diartikan secara bebas mungkin maksudnya begini, "Ketika saya sedang melatih mereka, itu artinya semua pembicaraan saya adalah tentang mereka. Bukan tentang saya."

Siapa sangka nasihat terbaik tentang ilmu komunikasi justru keluar dari seorang penyanyi! Memang betul, jika kita ingin disukai orang lain maka rahasianya adalah ciptakan rasa tertarik kita tentang mereka. Hal ini membuat mereka merasa dihargai, daripada kita sibuk membicarakan diri sendiri.

Kelihatannya sepele, namun sering diabaikan oleh kita terutama para pelaku pemasaran. Coba ingat-ingat saat kita memperkenalkan produk kepada lawan bicara. Apa yang kita katakan? 

"Produk ini bagus karena bahannya terbaik. Komposisinya sudah diseleksi oleh ahli. Kekuatannya juga kokoh dan dilengkapi dengan berbagai kelebihan lainnya!"

Jangan heran kalau penawaran kita ditolak secara halus. Karena dia tidak tertarik mendengarnya. Ingatlah prinsip di atas, _its all about them._ Cobalah mengangkat tema pembicaraan yang membahas tentang dia, bukan tentang kita. Niscaya dia akan menaruh perhatian dengan percakapan kita.

"Siapa tahu Anda bisa terbantu dengan produk ini, karena waktu Anda bersama keluarga pasti sangat berharga. Lagipula kesehatan Anda juga penting, jangan biarkan hal-hal kecil membebani pikiran Anda."

Kurang lebih seperti inilah salah satu rahasia yang sering diungkapkan para ahli komunikasi untuk membesarkan hati lawan bicara. Bukan hanya yang bergerak di bidang pemasaran, namun siapapun perlu menguasainya. 

Saya pun tertarik dengan seni komunikasi seperti ini, karena ternyata Al-Quran sudah mengajarkannya sejak dahulu. Perhatikan ketika Allah ingin memberi sebuah mukjizat kepada Nabi Musa. Sesungguhnya mudah bagi Allah menurunkan benda-benda ajaib dari langit, seperti turunnya hidangan kepada Nabi Isa dan murid-muridnya.

Namun mukjizat itu ternyata dipilih dari sesuatu yang dipegang oleh Nabi Musa sendiri. Bukankah hal ini termasuk cara menghargai Nabi Musa? Maka jadilah percakapan Allah membahas tentang sesuatu yang ada pada diri Nabi Musa sendiri sebagaimana disebutkan pada surat Thaha ayat 17.

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ

_(Allah berfirman), "Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?"_

Dari sini kita mengerti bahwa berbicara itu juga ada ilmunya. Al-Quran secara tersirat menyampaikan poin-poin tentang seni berkomunikasi yang disukai lawan bicara kita.

Jumat, 18 November 2022

SAAT MALAS MELANDA PENGHAFAL QUR'AN

Sahabatku yang Bisa Hafal Quran (BHQ) cintai karena Allah, menghafal Al Qur’an itu adalah aktifitas yang sangat mulia. tidak semua diberikan keinginan untuk menghafal, yang sudah punya keinginan untuk menghafal juga tidak semua bisa merealisasikannya, alasan waktu, kesibukan, dan alasan-alasan lainya. 

Yang sudah menghafal juga tidak sedikit yang berhenti ditengah jalan, tidak jarang penghafal merasa bahwa menghafal al Qur’an itu susah dan akhirnya berhenti menghafal. 

Yang punya keinginan, masih menghafal tapi merasakan kendala yang jika ini terus dibiarkan berkembang biak maka bisa jadi nasibnya sama seperti penghafal yang lain, yaitu yang menghafalnya hanya kenangan saja, dimasa tua akan bercerita ; “anakku, bapak/ibu pernah menghafal Qur’an di pesantren tahfidz A, lembaga tahfidz B, dll.

Ada juga yang punya keinginan kuat, yang sekarang masih menghafal, tapi memiliki kendala yang semua bisa mengalaminya yaitu malas. Malas ini penyakit serius.

Seperti yang tadi disebutkan penyakit malas ini jika dibiarkan maka akan merambat ke penyakit-penyakit lainnya. Malas cepat sekali menularnya. Maka hati hati dengan malas.

Namun kita juga tidak boleh menyalahkan malas, setiap kita pasti memiliki rasa malas, hanya kadarnya yang mungkin berbeda. 

Dalam artikel sebelumnya dijelaskan, kekuatan niat akan mempengaruhi kekuatan keberhasilan dalam mengahafal Al Qur’an. Jadi jangan menyesali rasa malas. Yang pertama ikhlaskan dulu, terimakan rasa malas yang ada. jangan dilawan.

Dengan keikhlasan ini membuktikan bahwa kita ini adalah makhluq yang lemah. Sekuat-kuatnya manusia pasti ada lemahnya, sepintar-pintarnya orang pasti ada salahnya. Se semangat-semangatnya manusia pasti ada malasnya juga.

Dengan penerimaan ini akan memunculkan keyakinan bahwa Allah lah yang maha kuat, Allah Dzat Yang Maha Sempurna. Dan ini bagian dari bentuk penghambaan manusia.

Setelah ikhlas, selanjutnya perbanyaklah beristighfar memohon ampunan kepada Allah. Bisa jadi rasa malas ini muncul karena kesalahan/dosa yang kita lakukan. Terus perbanyak istighfarnya, semakin banyak semakin baik, sampai muncul lagi semangat, sampai rasa malas itu hilang.

Lalu jangan lupa kenali sebab kenapa malas. Bisa karena jenuh, bosan dan lain sebagainya. Maka buat suasana baru dalam menghafal, buat waktu baru, motivasi baru. 

Seseorang berbeda waktu mudah menghafalnya, ada yang mudah menghafal sebelum shubuh setelah tahajud, ada yang mudahnya setelah shubuh, setelah dhuha, setelah asar, maghrib, atau waktu-waktu lainnya.

Selanjutnya berusaha terus meniggalkan perbuatan dosa dan maksiat, karena inilah sumber utama seseorang susah dalam menghafal. 

Sebagaimana dalam syair imam syafi’i saat mengeluhkan lemahnya hafalan kepada gurunya waki’ yang artinya :

Saya mengadu kepada waki’ tentang jeleknya hafalanku

Maka beliau menunjukkan kepadaku untuk meninggalkan perbuatan maksiat

Dan ketahuilah bahwa ilmu itu cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang-orang yang berbuat maksiat

Langkah selanjutnya selalu meminta pertolongan kepada Allah, agar dimudahkan dan bisa istiqomah dalam menghafal yang kemudian bisa mengamalkan apa yang telah dihafal.

Sahabatku, menghafal al Qur’an itu mudah. 

Jangan pernah berfikir bahwa menghafal Al Qur’an itu susah, Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Selalulah berfikir positif, terus berjalan, walau seayat demi seayat, menjadi sehalaman demi sehalaman, menjadi satu juz, dua juz, sampai 30 juz. 

Karna bilangan ayat, lembar, halaman, juz Al Qur’an tidak akan berkurang maupun bertambah. Hanya tinggal menunggu waktu, entah itu satu tahun, 2 tahun, 3 tahun dan seterusnya, anda pasti selesai menghafal 30 juz Al Qur’an.

Demikian motivasi qurani ini dibuat dengan harapan. 

Siapapun yang saat ini mengalami rasa malas dalam menghafal Al Qur’an, semoga Allah menghilangkan dan memunculkan lagi semangat dalam menghafal, sebagaimana seperti saat awal-awal dulu semangat menghafal.

 

Allah


 Bagaimana perasaanmu jika diberitahu bahwa Allah sangat menyayangimu, bahkan Dia lebih menyangimu lebih dari ibumu sendiri?

Bukankah hal ini bisa melapangkan dadamu dan membahagiakan hatimu?

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah menyayangi kita, lebih daripada ibu kita sendiri.

Kita bermaksiat dalam keadaan tidak malu kepada Allah, Allah terus menyembunyikan aib-aib kita

Kita sering melupakan Allah dalam hidup kita, Allah tidak pernah sedetik pun melupakan kita.

Adakah yang meminta kepada Allah, dan tidak Dia dengarkan?

Adakah yang mengetuk pintu Allah, dan tidak Dia bukakan?

Adakah yang meminta pertolongan, dan tidak Dia tolong?

Adakah yang memohon kelapangan hati, dan tidak Dia bahagiakan?

Dialah yang merawat, bahkan saat kita terlelap.

Dialah yang menjaga, sejak fajar sampai akhir malam.

Dialah yang terus memberi nikmat sehat, meski kita jarang mensyukurinya.

Dialah yang menurunkan rezeki, meski kita kerap melakukan maksiat.

Dialah yang menghadirkan cinta dalam hidup kita, meski kita tak menyadarinya.

Siapakah yang lebih mengetahui diri kita selain Allah?

Siapakah yang lebih pemurah selain Allah?

Siapakah yang lebih penyayang selain Allah?

Siapakah yang lebih pengampun selain Allah?

Siapakah yang lebih menginginkan kebaikan untuk diri kita selain Allah?

Tidak ada. Hanya Allah.

Ya Allah … segala puji hanya untuk-Mu.

Imam Asy-Syafi’i berkata,

"Burung bertasbih kepada-Nya, sementara binatang liar mengagungkan-Nya

Ombak membesarkan-Nya, dan hiu bermunajat kepada-Nya

Semut di bawah karang yang bisu mensucikan-Nya

Sementara lebah mengucapkan tahmid di sarangnya

Sementara manusia bermaksiat kepada-Nya, tapi Dia menutupi (aib) mereka

Dan hamba lupa, namun Allah tak pernah melupakannya.”


TENTUKAN SENDIRI LANGKAHMU

 


Saat masih kost di Bandung, beberapa teman satu kost saya memiliki motor. Namun bisa dibilang saya jarang meminjam motor mereka, karena saya termasuk penghuni kost yang juga membawa motor sendiri.

Suatu hari karena alasan tertentu, akhirnya saya meminjam motor teman kost juga. Itulah pertama kali merasakan motor dia. Rasanya? Bagus sekali. Seperti membawa sebuah motor baru!

Saya cukup kaget, bagaimana motor lama seperti itu masih punya tarikan gas yang prima. Berbeda sekali dengan punya saya. Sampai saya tanyakan kepada sang teman apakah rahasianya motor masih terawat sebaik ini. Jawabannya, perawatan yang telaten, dan gunakan oli yang berkualitas jangan asal murah saja.

Saya pikir rahasianya ada beberapa fisik mesin yang diganti, ternyata tidak ada. Semuanya masih _sparepart_ yang sama, hanya asupan oli yang tepat memberi pengaruh yang besar terhadap fisik mesinnya.

Saya bersyukur punya kenangan demikian. Karena memudahkan saya untuk memahami penjelasan dari guru kami perihal hubungannya ruh, nafsu, dan jasad manusia. Sesungguhnya awalnya manusia hanya jasad yang Allah ciptakan dari tanah.

Pada usia kandungan empat bulan, jasad yang mati ini diberikan ruh sehingga hidup. Setelah jasad hidup, yang tadinya tidak punya keinginan kini menjadi banyak inginnya. Itulah awal munculnya nafsu. Mari kita menyimak surat Al-Jatsiyah ayat 23.

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ

_"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya."_

Guru kami lantas melanjutkan, bahwa ruh maupun nafsu sama-sama bisa mempengaruhi kekuatan jasad kita secara fisik. Apabila ruh itu kuat, maka jasad akan kuat untuk ibadah kepada Allah. Maka kita harus selalu berusaha menguatkan ruh dengan cara banyak membaca Al-Quran, interaksi dengan orang salih, bangun malam, dan lain sebagainya.

Pernahkah kita melihat orang yang sedang sakit, tapi ketika datang waktu shalat tahajud ia bisa memaksakan dirinya untuk mengerjakan shalat. Padahal jasadnya sedang tidak baik-baik saja, namun karena ruhnya kuat maka fisiknya mendapatkan pengaruh dan timbul kekuatan juga dalam ibadah.

Contoh lainnya adalah orang tua kami yang berbadan gemuk. Sepintas beliau tak ada bedanya seperti orang-orang lain yang kelebihan berat badan. Bergeraknya susah, cepat lelah, dan tidak bisa gesit seperti orang-orang dengan badan ideal. Namun apabila waktu Dhuha datang, beliau bisa menghabiskan 12 rakaat setiap harinya dengan gerakan shalat yang sempurna.

Dari mana datangnya kekuatan fisik yang prima seperti itu dalam urusan ibadah? Dari kekuatan ruhnya. Maka jangan heran, bila ruh kita lemah baru shalat sunnah dua rakaat saja sudah keletihan! Sudah saya ceritakan di awal, asupan oli yang berkualitas mempengaruhi fisik motor secara nyata.

Sebaliknya, jika nafsu yang kuat maka akan mempengaruhi fisik pula. Tapi dalam hal kekuatannya ketika bermaksiat. _Naudzubillah._ Contohnya gampang saja, berapa banyak orang yang kuat berkumpul dengan teman-temannya untuk bermaksiat semalam suntuk?

Dari mana datangnya kekuatan fisik yang prima seperti itu dalam urusan maksiat? Dari kekuatan nafsunya. Nafsu itu menjadi kuat dengan banyaknya dosa yang dilakukan. Hal ini disebut langsung oleh Allah dalam lanjutan ayat di atas, bahwa mereka yang nafsunya kuat maka telinganya, hatinya, matanya, ikut terpengaruh dan memiliki kekuatan yang kokoh untuk menolak kebenaran.

 وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

_"Dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya. Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”_

Jadi berhati-hatilah dalam setiap aktivitas yang kita lakukan. Renungkan dahulu, apakah aktivitas tersebut menguatkan ruh atau menguatkan nafsu? Masing-masing ada efeknya sendiri terhadap tubuh kita.

Kamis, 17 November 2022

10 Nasihat Penting Untuk Para Pengguna sosial media


 1. Nasihat Pertama : 

Ikhlash

Jadikanlah media ini sebagai sarana untuk meraih ridha Allah Ta'ala, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia, ajang ujub, takabbur, maksiat, dan lain sebagainya.

2. Nasihat Kedua : 

Tabayyun

Periksalah terlebih dahulu kebenaran informasi yang ingin Anda sampaikan, jangan tergesa-gesa, karena berhati-hati dalam menyampaikan informasi merupakan akhlak mulia seorang mukmin.

3. Nasihat Ketiga : 

Jangan Berdusta

Ketika Anda hendak mengirim artikel, video, dll, dengan niat agar saudaramu terhibur dengannya itu hal yang sangat baik, namun tinggalkanlah jika hal tersebut harus dibangun di atas kedustaan. 

4. Nasihat Keempat : Timbang  Maslahat dan Mafsadahnya

Jika yang ingin Anda sampaikan ada sisi baik dan ada sisi buruknya, sebaiknya tidak dulu disebarkan, karena mencegah sisi buruk lebih didahulukan dari mendapatkan sisi baiknya.

5. Nasihat Kelima : 

Gunakan Bahasa Yang Baik

Wahai saudaraku, bahasa yang baik itu gratis, gak perlu beli, mengapa kita masih merasa berat menggunakannya ??!

6. Nasihat Keenam : 

Hindari Perkara Yang Tidak Ada Manfaatnya

Ini merupakan tanda baiknya keislaman seseorang.

7. Nasihat Ketujuh : 

Aturlah Waktu Yang Baik Dalam Memberikan Nasihat

Ingatlah teladan kita adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau sangat memperhatikan masalah ini.

8. Nasihat Kedelapan : Jangan Lalai

Jangan sampai media ini membuat Anda lalai dari dzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, shalat berjama'ah, dan amalan ta'at lainnya.

9. Nasihat Kesembilan : Luruskanlah Kekeliruan Saudaramu Dengan Cara Yang Bijak

10. Nasihat kesepuluh : Amalkanlah

Marilah kita berupaya mengamalkan nasihat yang kita kirim kepada orang lain, karena pandai mengolah kata tanpa disertai amal menjadi salah satu sebab datangnya murka Allah Ta'ala.


Wallahu a'lam, semoga bermanfaat.


Rabu, 16 November 2022

Masih ingatkah dengan kisa Nabi Sulaiman


 Seorang Nabi dan Raja yang sangat hebat dan menakjubkan

Allah memberinya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapapun sesudahnya

Ia memahami bahasa binatang

Bangsa jin tunduk bahkan menjadi bala tentaranya

Angin juga Allah tundukkan buatnya

Dan berbagai nikmat yang lainnya yang tak dapat dihitung lagi

Ketika ia mendengar ratu semut berbicara kepada rakyatnya, sebagaimana Allah ceritakan di dalam surah An Naml ayat 18, beliau tersenyum mendengarkan ucapannya dan langsung ingat kepada Allah sang Pencipta Yang Maha Kuasa, Yang telah memberinya nikmat tersebut seraya berdoa yang artinya

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

(فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ)

[Surat An-Naml 19]

Nikmat Allah begitu Besar dan tanpa pertolonganNya tidak mungkin ia dapat mensyukurinya.

Nabi sulaimana tidak lupa daratan dengan kehebatannya, Ia sama sekali tidak congkak dan sombong, bahkan ia merendahkan dirinya depan Allah.

Dan ketika ia meminta agar singgasana ratu balqis dihadirkan ke istananya, sebelum matanya berkedip, singgasana itu telah hadir

Dari jarak yang sangat jauh, Ribuan kilometer antara Yaman Yerusallem

Dia sadar, bahwa yang terjadi adalah karunia Allah

Dan nikmat itu adalah bentuk ujian dariNya

Tidak seperti sebagian yang memandang ujian hanya yang bentuknya musibah

Maka Nabi Sulaiman langsung berkata

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ]

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) (An Naml 40).

Maka bila kau memperoleh nikmat, kesuksesan atau apa saja, sehingga kau merasa hebat

Ketahuilah bahwa dirimu sedang dalam ujian

Berapa banyak yang tidak lulus ketika diuji dengan kenikmatan dunia

Karena dunia membuatmu jauh dan lupa dari Sang Pemberi. 

 

Semoga bermanfaat

Mengalah


 Bahwa salah satu sifat orang yang baik, calon ahli surga dan yg amalannya diterima oleh Allah adalah orang yang ngalahah,suka mengalah,gampang dan longgar. 

Tidak suka membalas kejelekan orang lain dan mampu menahan sakit hati.

Sebaliknya, sifat orang yang tidak disukai oleh Allah adalah orang yang ambisius, merasa paling benar berdasarkan hawa nafsunya, memanjakan dorongan hasadnya, melakukan hal-hal tanpa banyak pertimbangan syariat sehingga menyebabkan dia menjadi nekad, dan suka menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpanya.

Saat Allah mensyariatkan pernikahan silang antar saudara kembar pada anak anak Nabi Adam, Qabil menikah dengan saudara Habil dan Habil menikah dengan saudara Qabil, Qabil tidak terima. Dia merasa lebih berhak atas saudari kandungnya yang lebih cantik dibanding saudari Habil.

Mengetahui hal itu, Nabi Adam menyuruh dua anak lelakinya untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima oleh Allah maka dia berhak menikah dengan saudari Qabil yg cantik.

Habil yang bertakwa memberikan kambing terbaiknya karena dia adalah seorang peternak. Bukan agar memenangkan taruhan utk menikah dg wanita tercantik. Tetapi memang karena jiwanya yg bersih dan bertakwa sehingga ia ingin memberi yg terbaik utk Allaah. Sedangkan Qabil, yang bekerja sebagai petani, memberikan buah-buahan yang kurang baik.

Diterimalah kurban Habil karena memang Allah hanya menerima yang baik-baik. Qabil, yang ambisius, marah dan ingin membunuh Habil. Dia lupa daratan. Lupa bahwa yang menyuruh untuk menikah dengan pernikahan silang itu Allah. Bukan atas keinginan Habil. Nafsu menguasai. Pikirannya diikat dengan kalimat "pokoknya harus aku. Pokoknya aku yang benar". 

Bagaimanakah sikap Habil?

Dia tidak melawan meski mampu. Dia bersabar dan berharap pahala. Dia tidak masalah harus mati di tangan saudara sendiri. 

Dia tidak mau membalas sebab membalas hanya akan menjadikan dia dan Qabil sama jahatnya. Qabil adalah seorang muslim. Bila Habil melawan dan dia menang berarti dia membunuh seorang muslim terlebih Qabil adalah saudara kandungnya sendiri. Makanya, dia tidak membalas.

Suka mengalah bukan berarti mudah kalah. Diam bukan berarti lemah. Bukan berarti bila dizhalimi tidak usah membela diri. Antara membela diri dengan dihiasi ambisi dan membela diri dengan dihiasi tawakkal itu beda. Bisa dirasakan bahkan oleh lawan.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah utk menjadi pribadi yg seperti Habil. Aamiin


Wallaahu a'lam bi showwab.