Senin, 28 November 2022

MOTIVATOR TERBAIK ADALAH DIRIMU SENDIRI


 Ada beberapa peserta yg ikut training motivasi kelas saya. 

Mereka  ceritakan bahwa ketika sedang mengikuti acara tersebut memang semangatnya menggebu-gebu dan hasratnya meletup-letup.

Tetapi ketika pulang dari acara tersebut semuanya berjalan seperti biasa, hari-harinya dilalui seperti sediakala.

Kenapa hal ini bisa terjadi? 

Karena dia tidak menyadari bahwa motivator terbaik adalah apa yang ada dalam dirinya.

Dikisahkan seorang anak kecil bertanya kepada pedagang balon yang sedang menjajakan dagangannya. Balon tersebut berwarna-warni, hijau, merah, kuning, biru dan putih.

Kemudian anak tersebut bertanya ke si abang tukang balon “Bang, kalau balonnya warna hitam apakah bisa terbang juga?”

Dengan tersenyum si abang tukang balon menjawab “Bukan apa warna balon tersebut yang menyebabkan balon bisa terbang dik, tapi apa yang ada dalam balon tersebut”

APA YANG ADA DALAM DIRI KITALAH YANG AKAN MEMBENTUK KITA DAN AKAN MEMBAWA KITA KEMANA ATAU MENUJU TUJUAN YG TELAH DIRENCANAKAN DAN DI APLIKASI KAN. 

Sudah action hari ini? 

Awali dg doa dan keyakinan yg kuat. 


Minggu, 27 November 2022

HIDUP SERBA CUKUP


 Yang tidak membuat CUKUP itu

Cara Hidupmu 

Gaya Hidupmu 

Cara Berpikirmu yg selalu Kurang dan Kurang 

Sedekamu yg PELIT.. 

Hidup itu MUDAH 

Yg RUMIT itu CARA KITA BERFIKIR.

Hidup itu Sesuai KEBUTUHAN 

Yg membikin MELEBIHI KEBUTUHAN bahkan melakukan hal yg dilarang agama,  itu karena GENGSI kita.

Hidup itu INDAH,

Yg SEMRAWUT itu POLA PIKIR kita.

Memenuhi KEBUTUHAN HIDUP itu MUDAH,

Yg SULIT itu memenuhi EGO KEINGINAN yang BERLEBIHAN.

SEBAB,

"Rezeki dari ALLAH itu 

PASTI CUKUP untuk HIDUP ...Tapi tidak akan pernah cukup untuk GAYA HIDUP"

REZEKI itu pasti CUKUP... 

Cukup untuk beli ferrari... 

Cukup Rumah yang mewah.. 

Cukup untuk keliling dunia... 

Cukup waktu untuk beribadah..

Cukup untuk selalu sedekah dan berbagi.. 

Yang PENTING CUKUP untuk segalanya 

Makanya BERPIKIRLAH dan BERBUAT yg CUKUP  insyaAllah kita jadi BERKECUKUPAN .                                             

Nikmati hidup.. dengan penuh barokah dan berkah jika ingin semua menjadi mudah. 

Jika kita yakin dan berpikir Cukup maka semua akan tercukupi. 

Jika kita tidak yakin dan selalu mengeluh kurang dan kurang. Maka KEKURANGAN yg selalu hadir dalam hidup kita. 

Selalu Bersyukur 

Selalu berprasangka baik.. Insyaallah semua baik baik saja. 

Selalu berprasangka selaku cukup dg ALLAH

Berpikirlah Positif kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala,  ALLAH Bersama Kita

ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala

mengingatkan hamba selalu berprasangka baik kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’ Sesungguhnya Allah berkata: "Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku" (HR Muslim)  

Dalam hadits ini tersirat sebuah ajakan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam 

agar kita berusaha selalu dekat dengan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala, berbaik sangka (husnudzan) dan tidak berburuk sangka (su'udzhan) kepada-Nya. Karena ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala "berbuat" sesuai prasangka hamba-Nya. Bila seorang hamba berprasan]gka bahwa Allah itu jauh, maka Allah pun akan "menjauh", sebaliknya bila ia berprasangka bahwa Allah itu dekat, maka Allah pun akan "mendekat" kepadanya.

Lewat hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam pun mengajarkan umatnya untuk selalu berpikir positif dalam segala hal. Karena semua kejadian, apa pun itu, berada sepenuhnya dalam genggaman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

dan terjadi karena seizin-Nya. Dengan berpikir positif, seseorang akan mampu menyikapi setiap kejadian dengan cara terbaik.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.


LIMA GOLONGAN ORANG MENJEMPUT REZEKI


 Abu Laist Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan bahwa salah seorang alim pernah berkata, manusia dalam mencari rezeki itu ada lima golongan. Di antaranya

PERTAMA. Orang yang meyakini bahwa rezeki itu ia dapatkan dari usaha yang ia lakukan, maka ia adalah orang kafir. Sebab ia telah meniadakan kemurahan ALLAH dalam memberi rezeki kepada semua manusia.

KEDUA. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari ALLAH dan dari usaha, maka ia adalah orang musyrik. Karena ia telah menjadikan tandingan bagi ALLAH sebagai ZAT YANG MAHA PEMBERI REZEKI.

KETIGA. Orang yang menyadari bahwa rezki itu dari ALLAH dan dia merasa ragu- ragu apakah akan mendapatkannya atau tidak, maka ia adalah orang munafik. Bagaimana mungkin meragukannya padahal ya menyadari betapa luas anugerah yang ALLAH berika pada seluruh makhluk di muka bumi.

KEEMPAT. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari ALLAH akan tetapi dia tidak mau menunaikan kewajibannya dan durhaka kepada ALLAH, maka dia adalah orang fasik. Karena di dalam rezeki yang ia peroleh sesungguhnya terdapat hak orang-orang yang kurang mampu. Sedang ia hanya perantara yang mengantarkan rezeki dari ALLAH kepada mereka.

KELIMA. Orang yang menyadari bahwa rezeki itu berasal dari ALLAH dan dia melihat bahwa usaha itu hanya merupakan sebab, lalu ia menunaikan kewajibanya dan tidak durhaka kepada Allah dalam rangka usahanya itu, maka ia adalah mukmin yang ikhlas. Kepada hamba yang seperti ini, ALLAH akan luaskan nikmatnya.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.


JANGAN SAMPAI KAYA DI DUNIA TAPI SUSAH DI AKHERAT


 Sering kali buat kebutuhan pribadi kita beli yang mahal, mewah dan rela mengeluarkan dana besar meskipun harus berhutang.

Seperti membeli hp, laptop, motor, mobil, rumah, pakaian, perhiasan dll, Padahal itu semua akan kita tinggal atau hilang dari kita dan tak abadi

Tapi buat infaq kita keluarkan hanya sedikit dan yang paling murah, buat ke masjid, pengemis, fakir miskin, yatim, pesantren, ulama, majlis ta'lim, qurban, dll.

Jangan sampai kita hanya kaya dan mewah di dunia tapi di akherat nanti melarat.

Kita renungi 1 ayat di bawah ini, resapi dan tadabburi baca jangan hanya di lisan saja tapi masukkan ke hati :

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.”  (QS. An Nahl: 96).

Marilah depositokan sebagian harta kita kepada Allah, dengan kita infakkan untuk agama-Nya agar di akherat kelak kita tidak menjadi orang susah.

Karena sebagian harta kita ada hak orang lain. 

Firman Allah 

“Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung, dan punggung mereka, (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.”  (QS. At-Taubah: 34-35).


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.


HATI-HATI DENGAN PRASANGKA


 Alkisah ada seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil, ia biasa menjahit pakaian dengan rapih dan menjualnya dengan harga cukup mahal.

Suatu hari, seorang miskin di desa itu datang kepadanya dan berkata kepada si penjahit :

"Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa Anda tidak membantu orang miskin di desa ini. Lihatlah si penjual daging yang tak punya banyak uang. Justru ia setiap hari bisa membagikan daging gratis kepada orang-orang miskin"

Si penjahit tak menanggapi perkataan tersebut dan hanya tersenyum tenang.

Selanjutnya orang miskin itu berlalu dari rumah si penjahit dan mengabarkan kepada para penduduk desa bahwa si penjahit itu kaya raya tapi pelit, sehingga orang-orang desa membencinya.

Setelah tersiar kabar dari si orang miskin tak lama setelah itu si penjahit tua jatuh sakit, namun tidak ada satu pun penduduk desa yang perduli kepadanya. Dan pada akhirnya ia meninggal dalam kesendirian.

Hari-hari berlalu dan orang-orang di desa mulai menyadari bahwa setelah kematian si penjahit tua, si tukang daging kini tidak lagi membagi-bagikan daging gratis kepada orang-orang miskin.

Ketika mereka bertanya kepada si penjual daging, ia pun memberitahu bahwa si penjahit tua itulah yang biasanya memberi sejumlah uang sedekah secara sembunyi-sembunyi setiap bulan untuk membeli daging, yang kemudian daging tersebut diberikan kepada orang-orang miskin melalui dirinya. 

Dengan meninggalnya si penjahit tua maka berhenti pulalah pemberian daging dari si tukang daging, karena tak ada lagi sedekah dari si penjahit tua. 

Ternyata selama ini pemberian daging tersebut merupakan sedekah dari si penjahit tua, namun ia tak pernah memperlihatkannya. 

Si penjahit tua itu punya keyakinan bahwa cukup hanya Allah sajalah yang menjadi saksi atas amal perbuatannya. Dan dengan keyakinannya itulah ia berharap akan terbebas dari resiko hangusnya pahala, karena khawatir akan bersikap riya' dan takabur. 

Sadarilah...

Sebagian orang mungkin saja berpikir buruk tentang Anda... 

Tetap berbuat baik, meski kadang kebaikan tak selalu berbuah manis di dunia... 

Sebab sedekah bukan untuk melipat gandakan harta atau untuk menuai banyak pujian, tetapi untuk menyelamatkan diri dari api neraka. 

Rasulullah shallallahu Alaihi wa'salam bersabda : "Jauhilah api neraka walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma" (HR.Bukhari ).

Sabtu, 26 November 2022

RENUNGAN TENTANG REZEKI

 


Renungkan ini.. 

Sadarkah bahwa selama ini yang tercetus dalam doa-doa kita adalah permintaan yang cocok dengan kebutuhan kita di dunia. 

Minta harta lebih banyak, mobil, tanah, perhiasan, anak keturunan yang banyak, tubuh yang sehat dan menawan.

Renungkan ini...

Kita ingin KAYA padahal hidup itu sendiri adalah sebuah Kekayaan. Betapa banyak yang kita dapat dalam hidup? Oksigen gratis, matahari yang menghangatkan, panca indera yang luar biasa..

Renungkan ini... 

Mengapa kita begitu PELIT memberi jika semua yang kita terima adalah PEMBERIAN Allah? Rezeki yang banyak itu pemberian ALLAH, bukan?

Renungkan ini.. 

Mengapa kita harus sedih, saat KEBERUNTUNGAN tak berpihak pada kita? Padahal dalam keterpurukan ALLAH ingin kita belajar banyak. Bisnis yang bangkrut, usaha yang gagal, rezeki yang sedikit bukan akhir segalanya.

Renungkan ini.. 

Tak ada yang SULIT kecuali kitalah yang membuat sulit. Rezeki kita sulit bukan karena Allah benci dan tak suka tapi mungkin kita sendiri yang mengundang kesulitan itu

Renungkan ini.. 

Rezeki itu tidak terbatas pada harta dan makanan, rezeki ALLAH itu sangat luas. 

Bisa jadi rezeki itu berupa teman yang SHOLEH, 

Diberikan kesempatan selalu bisa IBADAH

Bersyukur,  Berdoa. 

Atau selalu ada kesempatan Bersedekah, sedangkan ada yg punya banyak harta malah enggan untuk sedekah. 

Atau PIKIRAN yang TENANG , BAHAGIA dan RILEKS  , 

Atau TIDUR YANG NYENYAK, dan SEHAT. 

Atau TEMPAT BERNAUNG yang membuatmu tidak butuh pada orang lain dan terhina,

Atau berupa PEMANDANGAN yang MENYEJUKKAN HATI dan MENGUBAH moWod MU,

Atau berupa orang orang Yang MENCINTAIMU dan BERSABAR atas SEGALA KESALAHANMU,

Atau berupa KATA-KATA INDAH yang engkau baca, 

Atau berupa KASIH SAYANG IBU DAN AYAH,

Atau berupa pundak orang yang ENGKAU CINTAI sebagai tempatmu BERBAGI, 

Atau berupa kesempatan duduk bersama saudara-saudari yang membuatmu bisa MENGHAPUS kesedihan, 

Atau berupa rasa HORMAT dari orang-orang disekelilingmu, 

Atau berupa hadiah dari orang yang begitu BERARTI bagimu,

Atau berupa kemampuanmu untuk MELAYANI DIRIMU SENDIRI. 

BEGITULAH.. 

Disetiap kondisi selalu ada REZEKI ALLAH untuk kita. 

YA ALLAH kurniakan kami RIDHO - MU, sesungguhnya Engkau sebaik-baik PEMBERI REZEKI.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.

REZEKI DAN AMALAN KITA

 


Kalau dilihat secara hirarkis, tingkatan rezeki berbading lurus dengan tingkatan amal.

AMAL STANDAR (hanya mengerjakan yang wajib), yaa rezekinya juga standar. Amal standar, rezekinya harus dijemput.

AMALNYA MENINGKAT (bukan hanya yang wajib, yang sunnah pun dikerjakan),

Puasa senin kamis,  membahagiakan orang tua.

rezekinya juga meningkat. Rezeki bisa Allah antar, kapan pun kita mau. Kapan pun kita butuh.

AMALNYA LEBIH MENINGKAT LAGI (dilengkapi dengan syukur, tawakkal, pasrah diri, taubat, banyak istighfar, takwa), ditambah tahajud dijadikan kebiasaan,  dhuha,  sholat hajat , dzikir setiap saat (Terutama Sholawat Nabi dan Istigfar) dan sedekan setiap hari. 

siap-siap untuk mendapatkan suprise dari Allah. Rezeki yang tidak diduga.

Al-Quran dan hadits berikut ini melengkapi dan mempertegas hal itu. Ada kaitan antara iman, takwa, ibadah, shalat, dan rezeki. Jika rezeki seret, mari introspeksi, istighfar, dan segera menuju ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Jikalau penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raf : 96).

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”  (QS Ath-Thalaq:2-3)

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.”  (QS Thaha: 132).

Jika rezeki seret, pailit, omzet menurun, bisnis lesu, dan sejenisnya, mari introspeksi diri: apakah ibadah kita menurun, sedekah menurun, zakatnya gak dibayar? Jika merasa sudah semua, apakah ikhlas?

Jika merasa sudah semua dan ikhlas, maka yakinlah, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala

sedang menguji untuk rezeki dan keberkahan yang terbaik


Wallahu a'lam bish-shawab.

Semoga Allah selalu memberikan petunjuknya bagi kita semua.