Selasa, 10 Juli 2018

KERAJAAN KAPAS


Pekan ini seorang pangeran dilantik menjadi raja. Oleh karena itu, sang raja yang baru tersebut memulai tugas pertamanya dengan berkeliling kawasan di sekitar istana kerajaan.

Sepanjang perjalanan itu kakinya berkali-kali menginjak batu-batu kerikil kecil sampai memar. Maka sang raja memerintahkan kepada menterinya agar jalanan di sekeliling istana dilapisi dengan kapas. Agar kelak saat ia berkeliling lagi kakinya selamat.

Pekan berikutnya sang raja kembali berkeliling meninjau desa-desa di sebelah barat dan timur istana. Lagi-lagi jalanan yang tidak mulus menjadi keluhannya. Sang raja memberi perintah yang sama kepada menteri untuk melapisi jalan-jalan desa dengan kapas.

Begitu pula yang terjadi pada seluruh desa di penjuru utara dan selatan. Dalam satu bulan persediaan para petani di kebun kapas habis untuk melapisi jalanan. Kerajaan itu sudah laksana kerajaan kapas.

Suatu hari sang raja berniat mengunjungi kerajaan tetangga. Seperti biasa ia mengajak menterinya yang setia. Ketika rombongan tersebut sampai di kerajaan tetangga, sang raja melihat kondisi jalan di sana belum berlapis kapas.

Ia lantas bertanya kepada seorang prajurit yang ditugaskan menyambut rombongan tersebut, 

"Bagaimana caranya saya berjalan menuju istana kerajaanmu sedangkan kondisi jalannya seperti ini? Tidakkah kalian berniat untuk melakukan perubahan seperti yang aku lakukan pada seluruh kerajaanku?" 

"Maaf Baginda Raja. Kami sebenarnya juga memiliki masalah yang sama dengan kondisi jalan. Tetapi kami menemukan solusi dengan cara yang lain. Tidakkah Baginda Raja melihat sepatu yang aku pakai ini?" 

"Sepatumu tebal sekali! Memangnya ada apa dengan sepatu itu?" 

"Sepatuku ini telah aku lapisi dengan kapas, sehingga kaki kami tetap selamat! Ketahuilah Baginda Raja, kami juga ingin melakukan perubahan. Tetapi kami sadar, sebelum mengubah kerajaan ini, pertama kali kami harus mengubah diri sendiri terlebih dulu."

Sungguh di luar dugaan. Rupanya perkataan dari prajurit biasa itu mampu menyadarkan sang raja atas kesalahannya selama ini. Ia terlalu berhasrat untuk membuat perubahan pada orang lain, tetapi tidak dimulai dari perubahan dirinya sendiri.

Demikianlah dongeng kerajaan kapas yang tak lekang dimakan waktu tentang hakikat sebuah perubahan. Sebagai seorang muslim, dongeng ini mengingatkan kita pada Surat As-Shaf ayat 2,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"

Lihatlah bagaimana Allah menegur orang-orang yang menyeru perubahan kepada orang lain, tetapi ia sendiri tidak melakukannya. 

Semoga kita semua dimampukan untuk memperbaiki diri sendiri, dan kelak akan menjadi awal untuk perbaikan saudara-saudara kita yang lain.

Senin, 09 Juli 2018

JIKA HIDUPMU SERING SUSAH, LIHATLAH SHOLAT SHUBUHMU


Waktu saya dalam kesusahan hidup, pernah kadang terbersit "Ya ALLAH, kan saya sudah melakukan semuanya, Sholat sudah, ngaji sudah, sedekah sudah kok tetap saja ada masalah???"

Begitulah kita, kalo boleh demo dengan ALLAH, mungkin kita juga pernah merasakan.

Ternyata kesusahan yang ALLAH hadirkan tadi karena ALLAH SAYANG dan akan memberikan HADIAH.

Apa hadiahnya???

ILMU lah hadiahnya.
Kalau tidak diingatkan saya tidak akan memikirkannya.
Dari situlah saya coba cari tahu, apa yang salah?

Saya mulai 'tafakur...' dari sekian... kesalahan dan dosa yang dilakukan, baik yang benar-benar dosa maupun dosa yang dilakukan saat ibadah.

Yang mencolok adalah ketika saya sadar sholat subuh saya sering terlambat.

Berawal dari guru saya cerita, beliau juga pernah babak belur waktu muda dan setelah dicek karena sholat subuhnya asal-asalan.

Sehingga ketika saya diskusi ke beliau, beliau mulai dengan 1 pertanyaan.

*SHOLAT SUBUH KAMU JAM BERAPA ...???*

Dengan enteng saya jawab dan merasa tidak bersalah; "jam 5 kadang lewat-lewat sedikit"

Beliau pun bergumam _*"Hhmmm, pantesan"*_

Bagaimana mau membangun rumah tangga??? Bagaimana mau membangun usaha???
Apalagi mau membangun negara???

(Jadi kalau ada calon anggota DPR, atau Calon Pemimpin Kepala Daerah tidak pernah kelihatan sholat berjama'ah di masjid khususnya SHOLAT SUBUH, TIDAK USAH DIPILIH, YAKINLAH hidupnya sedang banyak masalah)

Kalaupun REZEKI mereka Berlimpah, Usahanya Lancar, lihat saja nanti, jika sholatnya tidak terjaga, khususnya SUBUH, banyak masalah yang di hadapinya, baik masalah kesehatan, masalah keluarga dll.!!!

(ALLAH mengingatkan karena ALLAH SAYANG agar kita TAAT dan berubah)

Nah kalau bangun Subuhnya saja bermasalah!!!

Iya... Bener SUBUH!!!
Disitu saya langsung sadar, dan memang coba kita perhatikan, orang-orang tua kita jaman dulu yang Sholat Subuhnya disiplin berjamaah di masjid bukan hanya rejekinya dicukupkan ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, tetapi tubuhnya sehat terjaga.

Nah sebelum kita _*'muhasabah'*_ dosa-dosa kita yang lain... coba cek sholat Subuh kita, sholat Subuh Istri kita...!!!

Jam berapa dan dimana...???

Kalau untuk laki-laki sudah jelas berjamaah di MASJID.
Buat perempuan mesti diawal waktu.

Memangnya ada apa dengan sholat Subuh???
Satu hal yang pasti saat Subuh, ALLAH perintahkan jutaan malaikat-Nya untuk membagikan rejeki.

Baik yang mohon ketenangan hidup, mohon sehat, mohon hutangnya lunas, mohon usaha, mohon kerjaan...

*Nah bagaimana kita mau dapat!!!*
*Pas pembagian kita masih terlelap tidur.* 
Benar tidak... ???

Jadi wajar kalau hidup penuh masalah, karena kita tidak kebagian kebaikan dari ALLAH saat Subuh.

Lihatlah apa yang ALLAH beritakan tentang Subuh...

‎أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

_*“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”*_
(Qs. Al-Isra’ : 78).

Kenapa hanya sholat Subuh yang diingatkan ALLAH???

Coba pikir sendiri.

Jadi jika kita masih ada masalah hidup yang belum selesai, salah satunya lihatlah *SHOLAT SUBUHNYA ... !!!*

Kalau ini sudah dilaksanakan, insyaAllah barokah ALLAH pasti akan menghampirinya.

TURKI sudah membuktikan...!!! 
TURKI memiliki banyak *Kemajuan dan Perubahan,*
TURKI menjadi Negara Maju dan Negara yang di SEGANI dan Diperhitungkan, itu hanya berawal dari gerakan SHOLAT SUBUH berjamaah.

Satu negara saja ALLAH bisa mengubah, apalagi cuma satu orang saja atau satu rumah tangga, terlalu kecil bagi ALLAH.

*Mari kita perbaiki Sholat Subuh kita terlebih dahulu...!!!*

SEMOGA KITA BISA SELALU ISTIQOMAH

Minggu, 08 Juli 2018

Untuk Ibu Mertua


Terima kasih mertuaku, 30tahun lalu kau telah mengandung janin yang saat ini menjadi suamiku. Yang bersedia mendidiknya lalu menghabiskan waktunya  bersamaku saat dewasa.

Ibu, ada surga neraka di pundak orang yang kita cintai.

Ibu, jangan membenciku karna saat ini anak pria mu hidup denganku sampai akhir hayatnya. Karna aku pastikan engkau wanita tercantik di matanya.

Ibu, jangan berikan pilihan aku atau dirimu. Karna tak mungkin suamiku inginkan neraka di antara kita. Aku jamin engkau adalah cinta pertamanya.

Jangan cemburu saat suamiku memenggang tanganku erat, karna kau adalah wanita yang pertama kali ia peluk dengan kasih sayang yang tulus.

Jangan cemburu denganku yang selalu bersamanya, karna tak akan mungkin sedikitpun di benaknya melupakanmu yang sudah betahun-tahun menyayanginya.

Ibu, kini aku dan anakmu telah memiliki anak yang special untukmu, yang membantuku mendoakanmu di setiap selesai solat dan sebelum tidur.

Anakmu telah aku tambah dengan cucu lucu dan sholihah. Jangan membenciku seperti perampok. Jangan marah kepadaku seperti pencuri. Aku hanya seorang wanita yang berusaha dan belajar menjadi istri yang sholihah untuk anakmu. Menjaga aurat untuknya, menjaga hartanya dan mendidik anak-anaknya. Agar kita bukan saja berkumpul di dunia, tapi di surga juga.

Ibu terima kasih atas segalanya. Sungguh aku wanita yang tiada apa-apanya tanpamu yang sudah membesarkan suamiku.

Ibu, terima kasih telah membesarkan dan mendidik anakmu hingga aku bisa memilihnya

Ibu, jangan pernah takut aku mencuri cintanya padamu justru aku juga mencintaimu hingga kau mendapatkan dua cinta bahkan mungkin cinta anak anak kami hingga hidupmu penuh cinta.

Ibu, jangan pernah khawatir aku akan melukainya bahkan aku sangat ingin menjaga hatinya seperti engkau membahagiakannya

Ibu, jangan pernah ragu untuk mempercayakan kebahagiaannya padaku meski aku wanita lemah tapi aku tulus menerimanya.

Ibu, maaf jika aku tak cantik seperti wanita lain yang mungkin pernah menjadi pilihanmu untuk putramu, tapi dapat kupastikan kaulah yang tercantik di mata putramu.

Ibu, aku tak akan meminta dia memilih di antara kita justru kitalah dua kekuatan untuknya menjalani hidup.

Ibu, jadilah tim denganku membantu suamiku menjaga keluarganya dari api neraka.

Ibu, maaf jika suatu hari aku mencuri resepmu untuk memanjakan suamiku.

Ibu, maaf jika nanti ada hal yang membuatmu tersakiti secara tidak sengaja, bicarakanlah denganku, sungguh aku juga belajar menyayangimu.

Ibu, terima kasih atas restumu mempercayakan putramu padaku.

Ibu bantu aku menggapai surga bersama dengan orang yang kita cinta. Aku bukan anak dari rahimmu, tapi aku adalah orang yang paling marah jika anak priamu ada yg mencaci, aku akan menjadi tameng ketika ada orang yang mengolok, aku adalah orang yang bersedia bangkit ketika anakmu di jatuhkan.

Sabtu, 07 Juli 2018

KESALAHAN MENDIDIK ANAK YANG DIANGGAP SEPELE NAMUN PENTING BAGI MASA DEPAN ANAK


Mendidik anak adalah kewajiban bagi setiap orang tua , karna anak merupakan titipan dari Allah maka wajib di jaga dan di didik dengan sebaik-baiknya. Setiap orang tua mendambakan anak yang soleh namun dalam mendidik anak terkadang mereka lupa menjadi contoh nyata bagi anak nya dan ketika anak-anak mereka sudah menjadi seorang dewasa yang memiliki perilaku kurang baik, barulah sibuk menyalahkan sana-sini. Untuk itu sebelum terlanjur, inilah beberapa cara salah mendidik anak yang perlu diketahui oleh para orangtua.

Menakut-nakuti Anak Hanya Akan Membuatnya Tumbuh Menjadi Sosok Penakut.

Menangis merupakan aktivitas yang sepertinya tidak bisa dilepaskan dari anak-anak. Maka tak heran, jika setiap harinya anak menangis beberapa kali. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua, Bunda dapat menghentikan tangisannya. Namun tidak seharusnya pula dengan cara menakut-nakuti. Beberapa orangtua menggunakan hantu, suara angin, gelap, dan lain sebagainya untuk menakut-nakuti anak. Akibatnya anak pun akan menjadi seorang yang penakut. Dia akan takut terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.

Mendidik Anak Hingga Membuatnya Kelewat Berani Juga Tak Tepat.

Memang menjadikan anak sebagai seorang penakut adalah hal yang salah. Namun mendidiknya menjadi anak yang terlalu berani pun juga salah. Anak yang terlalu berani akan menjadi seorang yang congkak dan sombong. Untuk itu, didiklah anak sesuai dengan porsinya. Misalnya Bunda boleh menjelaskan anak untuk takut terhadap binatang buas, takut berbohong, takut membolos, berani berbuat baik, dan menyampaikan kebenaran.

Bunda Mungkin Sangat Sayang Pada Si Kecil, Tapi Menuruti Semua Permintaannya Justru Akan Berpengaruh Buruk Padanya.

Karena besarnya rasa sayang orangtua kepada anaknya ,membuat apa pun yang diinginkan oleh anak selalu dipenuh. Ini adalah cara yang salah. Cara mendidik yang demikian akan membuat anak menjadi seorang yang manja. Hal itu terjadi karena semua keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtuanya. Selain itu, cara ini pun bisa menjadikan anak pemboros dan nantinya tidak dapat mengatur keuangan dengan baik.

Untuk itu, penuhilah keinginan anak sesuai dengan kebutuhannya . Belum tentu apa yang diminta oleh anak adalah sesuatu yang dibutuhkannya saat itu. Sebagai orangtua, Bunda tentu bisa bisa mengetahui mana yang menjadi kebutuhan anak atau sekedar keinginannya saja.

Menggunakan Kekerasan Untuk Mendidik Anak Bukanlah Hal Yang Patut Dilakukan.

Ternyata mendidik anak dengan kekerasan bisa berpengaruh buruk kepada kejiwaan anak. Mendidik anak dengan tegas memang diperlukan. Namun mendidik anak dengan tegas dan mendidik anak dengan kekerasan adalah dua hal yang jauh berbeda. Sebisa mungkin Bunda harus menghindari mendidik anak dengan kekerasan, apa lagi jika Bunda melakukan kekerasan tersebut sebagai pelampiasan amarah saja.

Kurang Memberikan Kasih Sayang Pada Buah Hati Dan Membuatnya Tak Nyaman Berada Di Rumah.

Beberapa orangtua memiliki anggapan bahwa yang dibutuhkan oleh anak adalah uang jajan yang banyak, hp, baju yang bagus, kendaraan, dan hal-hal yang berhubungan dengan materi lainnya. Padahal selain materi, anak-anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya. Jika anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, maka mereka kemungkinan akan mencari kasih sayang di luar rumahnya. Akibatnya mereka pun terjerumus dalam pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, dan hal-hal buruk lainnya. Untuk itu, berikan kasih sayang kepada anak-anak agar mereka merasa nyaman saat berada di rumah.

Jumat, 06 Juli 2018

Perhatian buat para Suami


Hari minggu pagi, pasangan suami istri nampak sibuk. Sang suami sibuk mencuci mobil, sang istri sibuk memasak di dapur nyambi menggiling pakaian di mesin cuci. Di satu sisi menggendong anak yang masih 9 bulanan dan menyuapi anak 4 tahun yang sedang main pesawat terbang berlarian di rumah. 

Setelah masakan siap, suami, istri dan anaknya makan dengan lahap di meja makan. 

Sang suami berkata, "Bun, ingat kan hari ini kita ada agenda temu alumni? jam 10 kita berangkat ya... "
Istri menjawab dengan semangat, "Siap ayah!"

Maka setelah makan pun keduanya bergegas. Sang suami langsung ke kamar mandi, merapikan kumis, merapikan bulu hidung, dan mandi sambil bernyanyi. 

Di lain sisi, sang istri sibuk memandikan dua anaknya, tahu kan bagaimana hebohnya, yg besar susaaah sekali diajak mandi, sekalinya sudah mandi, susaaah diajak berhenti. Sementara sang suami baru memakai sabun mandi setelah selesai menggosok gigi, istri masih berkutat memandikan si bayi sambil menginterupsikan anak sulungnya mengenakan baju dan celana panjang. 

Selesai sang suami mandi,ia langsung ke kamar, memakai kemeja yang disiapkan istri dari subuh hari, necis dengan celana jeans dan sepatu kulit yang sudah disemir. 
Sementara itu sang istri ingat, pakaian yang digiling dimesin cuci belum dijemur, takut bau jika dibiarkan di dalam mesin cuci. Setelah menjemur ia masih repot dengan cucian bekas memasak, dan bekas makan bersama. 

Sang suami sudah rapi, wangi dengan minyak wangi khasnya. Orangnya sudah ke garasi, bau parfumnya masih tertinggal di dalam kamar. Ia kemudian menyalakan mobil, pikirnya sambil menunggu istrinya ia akan memanaskan kendaraan. 

Di dalam istri sudah kaget mendengar mesin mobil berbunyi. Tentu itu adalah kode tak langsung dari suami, "Ayo kita segera berangkat!" Baru saja selesai mencuci piring, ia langsung buru-buru ke kamar mandi. Tanpa keramas! Ya! Karena dengan keramas, ia membutuhkan waktu untuk mengeringkan rambutnya, karena jika memakai kerudung dalam keadaan rambut basah akan membuatnya berketombe. 

Selesai mandi ia langsung ke kamar, memilih baju dalam lemari, tak sempat nge-mix n match warna yang penting asal pakai yg ada aja dan mudah dipakai. Biar cepat berangkat, begitu pikirnya. Aktivitas berdandan diselingi melodi tangisan anak bungsu yang meminta mimik, baju yang sudah rapi dikancingkan pun kembali tidak beraturan. Sambil menyusui, tangan kanannya menyentuh pelembab dan bedak, dengan secepat mungkin. Selesai menyusui, bayi ditipkan ke kakaknya, sesekali terdengar keduanya 'heboh', saling jahil. 

Dari luar suaminya sudah menyalakan mobil 15 menit sambil menyalakan lagu-lagu dari Jason Mraz. Tak lupa scrolling teman-temannya di laman media socia.  timeline Pikirnya, "Memang ya perempuan itu kalo dandan lamaaaa banget!" Akhirnya ia membunyikan klakson, secara tidak langsung dia berbicara, "Ayo cepetan!" 

Dan istri di dalam kamar menyadari, ia sudah diburu waktu. Tanpa pikir panjang ia memakai kerudung secepatnya, tak peduli atasnya bengkok sedikit, warna kerudungnya kurang matching dengan baju, yang penting cepat beres. 

Oh ya lupa, dia belum memakai lipstik. Maka akhirnya lipstik dia pakai sambil berjalan menuju keluar rumah sambil menggendong bayi dan mengunci pintu. 
Akhirnya berangkatlah keluarga itu ke acara temu alumni. 

Di dalam mobil sang suami mendumel, "Bunda lama banget sih dandannya. Kita telat nih, udah jam 10 lebih seperempat."
Di lain kesempatan, "Itu lipstiknya kurang rapi, Bun." Di lain kesempatan, "Warna kerudungnya kayak kurang matching, Bun." Di lain kesempatan lagi, "Bunda lupa gak pakai minyak wangi ya?" Sejumlah pertanyaan suaminya (yang walaupun memakai panggilan 'Bun') terasa begitu menyesakkan bagi sang istri. 

Akhirnya tibalah di tempat temu alumni. 
Sepasang suami istri itu bertemu dengan teman satu kelasnya yang juga terkena cinta lokasi. Ya ada 6 orang dalam 1 kelas yang terlibat cinta lokasi. 4 diantaranya ya mereka. 

Sang suami sangat kagum dengan temannya. "Kamu hebat, udah sukses aja nih. Istrimu juga hebat, masih kayak SMA aja penampilannya, gak berubah padahal udah punya anak 2. Tetap wangi, tetap rapi, tetap tersenyum ceria." Ia bilang begitu karena sangat berbeda dg kondisi istrinya. Istrinya juga punya anak dua, tp ia tidak rapi, kerudungnya bengkok-bengkok. Wangi sih, wangi masakan :( kerudungnya bau apek, tercium bahkan olehnya yang tidak bersalaman dan cium pipi kanan kiri. Bajunya tidak matching dengan kerudungnya, bajunya biru kerudungnya kuning. Padahal temanya pertemuannya, black n white. Ya tepat. Salah kostum! Selain itu, wajahnya seperti 5 tahun lebih tua, tidak ceria, yang ada adalah sisa-sisa kelelahan dan sisa kantuk semalam. 

Suami bertanya pada temannya, "Kamu pasti harus mengeluarkan biaya mahal ya untuk perawatan istrimu? Punya ART ya di rumah? Sering belikan hadiah ya buat istri jadi senyumnya ceria terus?"

Sang teman hanya tersenyum. Lantas jawaban temannya begitu mengejutkannya, begini kira-kira:
------
"Aku gak punya ART di rumah.. perawatannya pun tidak mahal harus ke skincare bonafid. Cukup perawatan biasa dg produk yg ada di tv. Aku tak rajin membelikan hadiah karena dia tidak meminta. 

Resep ku hanya satu, memberikannya WAKTU."
------
"Maksudnya?" Sang suami penasaran. 
------
Temannya menjawab,
"Ketika hendak pergi tadi, aku menyempatkan membantu istriku merapikan rumah, pekerjaan rumah kami bagi berdua. 
Ketika istriku memasak, aku membantu memandikan anak. 
Ketika masakan siap, anak-anak sudah rapi. Berikut akupun sudah mandi. 
Ketika kami selesai makan, istriku juga mencuci piring, dan aku mengajak anak-anak main. Jemuran dudah kujemur sebelum aku memandikan anak. 
Aku terus mengajak anaku bermain, sehingga istriku sempat keramas setelah kecipratan bumbu dan bau piring cucian. Ia sempat membersihkan wajah, menghairdryer rambutnya, dan sempat memilih baju yang tepat. Tak lupa ia merapikan lipstik dan memakai minyak wangi. 
Pagi itu ia segar, karena malamnya aku bantu ia menjaga anak kami yang masih 7 bulan, sehingga ia cukup tidur dan bangun dengan ceria. Ditambah lagi, setelah dia berdandan aku sempat memujinya, bahwa ia sangat cantik dan serasi memakai baju itu. Padahal baju itu setahuku sudah dibeli sejak setahun yang lalu. Karena itu ia bahagia. ☺️"

"Nah istrimu juga bisa gitu kok. Asal kamu menyediakan waktu untuknya. "

"Tadi pagi berapa menit kamu alokasikan waktu untuk membiarkan istrimu berdandan sebelum berangkat ke acara ini?. ☺️ temannya tersenyum sambil menepuk pundak sang suami. 

Sang suami? Ia tertegun menyadari kesalahan dirinya. 

Kamis, 05 Juli 2018

SEDEKAH RAHASIA...


Semua masalah yang hadir di kehidupan kita wajib dipandang dari sisi spiritual. Apakah ini ujian atau azab? 

Ujian jika masalah itu membuat kita makin dekat dengan ALLAH, dan akhirnya ALLAH bukakan banyak pintu kemudahan sesudahnya.

Azab jika masalah itu membuat kita makin jauh dari ALLAH, periode lebih lama, dan kuncinya kalau gak segera taubat maka akan makin menghancurkan kehidupan kita.

Bisnis hancur, keluarga sakit, kecelakaan, utang macet, kisruh rumah tangga, musibah beruntun, bawaannya sial terus... 
ambil kaca, apakah ada dosa-dosa masa lalu yang belum bener-bener kita minta ampun pada ALLAH? 
Jika hati kita menemukannya, waspadalah.. bisa jadi itu adalah azab dunia yang sedang ALLAH timpakan pada hidup kita. 

Dalam beberapa hadist Nabi mengingatkan untuk mengangkat masalah kita dengan sedekah... giving! Memberikan hartamu untuk orang lain, atau untuk kepentingan agama. 

Allah mengirimkan malaikat untuk mendoakan kebaikan orang-orang yang bersedekah, dan ALLAH juga mengirimkan malaikat untuk melaknat orang-orang yang kikir dengan hartanya. Seolah tidak puasss menumpuk harta.. rakuss ingin punya semua, tapi ada saudara dan tetangganya lapar dia tutup telinga.

Sedekah tidak harus dengan uang, bisa dengan perbuatan baik yang membuat orang lain bahagia. Dan godaan yang kita hadapi di “zaman now” adalah... berhentilah mengeluarkan kamera!

Ada momen ketika sedekah bareng-bareng harus difoto untuk bukti kepada donatur, niatkan hati untuk syiar.. tangan kanan sedekah, tunjukkan ke tanan kiri agar ikutan. Makin banyak yang sedekah, makin banyak hasil yang di bisa dibagikan.. 

“Ayo kawan bantu adik-adik di panti asuhan ini, mereka butuh sepeda untuk sekolah. Setiap hari mereka berjalan kaki 5 kilometer, dengan sedekahmu kita ringankan beban mereka..” 
boleh! Ajak kawan-kawan ikut dalam kebaikan.

Namun ada waktunya tangan kanan memberi, tangan kiripun tidak tau. Hati takut riya’ muncul sehingga sedekah itu tertolak. ALLAH tidak ridho karena yang dicari adalah pujian, label ahli sedekah, label orang dermawan, dan tentu biar eksis di sosial media.. 

Dijaga bener agar sedekahnya memang niat mencari ridho ALLAH, hanya dia dan ALLAH yang tau, jika ada orang lain yang tau bukan karena kita upload, tapi karena dia ditunjukan oleh ALLAH dengan apa yang dia lakukan.

Ada yang tiap hari membagi nasi bungkus memberikan langsung kepada mereka yang bekerja di jalanan.

Ada yang menyapu halaman rumah tetangganya tiap usai subuh sehingga bersih..

Ada yang hobinya menyelipkan uang setiap bertemu simbah-simbah tua di jalan

Ada yang tiap gajian membelikan beras satu karung yang dia antarkan langsung ke panti asuhan

Ada pemburu anak yatim, tiap bulan mencari anak-anak yatim untuk disantuni, dibayari sekolahnya, dibelikan tas dan sepatunya.. 

Ada yang rutin membelikan 10 sandal jepit dan dia drop di berbagai masjid.

Ada yang seminggu sekali mengambil sabun dan sikat, meluangkan waktunya membersihkan kamar mandi dan tempat wudhu tanpa perlu takmir masjidnya tau.

Ada yang mencuci sarung, mukena dan sajadah masjid hingga wangi, diam-diam rutin dilakukan

Ada yang mewakafkan waktunya menyopiri ambulance di gerakan sedekah. Wira wiri membawa orang sakit dan jenazah.. 

Masya ALLAH begitu banyak ladang kebaikan bisa dilakukan...
Cukup engkau dan ALLAH yang tau.. 
simpanlah saja kameramu.. 

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.” 
(QS. Al-Munafiqun: 10)

Ternyata orang matipun ingin bisa kembali ke dunia agar bisa bersedekah.. 

Karena apa? 
Ini kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam 
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” 
(HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 873)

Mumpung masih ada waktu kawan..
Mumpung masih sehat..
Mumpung masih bisa bergerak..
Mumpung masih di dunia.. 

Kenapa sedekah rahasiamu harus ditunda-tunda?

Rabu, 04 Juli 2018

HAL INILAH YANG MENYEBABKAN SEORANG MUSLIMAH TAAT MASUK NERAKA KARENA LISAN


Sahabat, jangan merasa aman dan yakin di dunia apalagi di akhirat karena merasa sudah rajin sholat, mengaji dan berpuasa jikalau tak mampu menjaga lisan.  Maksudnya?

Abu Hurairah r.a pernah menyampaikan, ada yang menanyakan kepada Rosulullah SAW begini, “Wahai Rosulullah, sesungguhnya si Fulanah suka sholat malam, shoum di siang hari, mengerjakan (berbagai kebaikan) dan bersedekah, hanya saja ia suka mengganggu para tetangganya dengan lisannya?”

Dijawab oleh beliau, “Tiada kebaikan padanya, dia termasuk penghuni neraka”.  Nah Mereka pun bertanya lagi, “Sesungguhnya si Fulanah (yang lain) mengerjakan (hanya) sholat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, namun tidak pernah mengganggu seorangpun?”. Bersabda Rosulullah, “Dia termasuk penghuni surga”. [HR al-Bukhari)

Berarti soal menjaga lisan ini bukan perkara kecil bukan?. Amat menentukan nasib seorang hamba di dunia, terlebih-lebih di akhirat kelak.  Intinya Ibadah vertikal sesorang juga harus dimplementasikan dengan ibadah horizontal dia kepada sesama. Terutama saudara terdekat seperti tetangga dengan menjaga lisannya.

Urusan lisan buat perempuan memang bukan perkara gampang.  Banyak yang mengatakan memang dari “sono”nya perempuan dilahirkan sebagai sosok cerewet dan banyak omong. Betulkah?

Sebenarnya nggak 100% valid,  tapi setidaknya kalau ada penyebutan “perempuan”  secara khusus oleh Allah SWT dalam kaitannya menjaga lisan, itu tandanya para wanita harus lebih berhati-hati.

Di Surat Al Hujurat ayat 11 disebut jelas, “…dan janganlah perempuan-perempuan (mengolok-ngolok) perempuan lain , kerena boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-ngolok)”.

Nah Sahabat Ummi, peringatan Allah ini pertanda bahwa siapa saja khususnya perempuan harus benar-benar menjaga lisannya dengan baik. Karena ada istilah mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang. Pukulan hanya membekas di badan barang sebentar tapi omongan bisa terpendam di hati hingga terbawa mati. Serem kan?

Tahukah apa saja petaka lisan yang bisa menjauhkan wanita dari surga?

Mencibir atau mengolok-ngolok. Ini masuk petaka besar karena dibalik cibiran biasanya tersembunyi kesombongan. Orang yang mengolok-ngolok seringnya merasa dirinya lebih baik dan sempurna dari orang lain. Padahal barang siapa membawa kesombongan atau ujub maka ia tak akan diperkenankan masuk  surga.

Menggunjing atau  membicarakan aib orang. Wah ini juga jangan dianggap sepele karena jatuhnya bisa ghibah maupun fitnah. Ghibah jika apa yang disampaikan benar, fitnah jika ternyata salah.  Bila tak ingin amal yang sudah kita kumpulkan susah payah di’debet’ orang lain, maka mulai dari sekarang berhentilah menggunjing.

Banyak mengeluh.  Konon perempuan gudangnya keluhan terutama mengeluhkan pasangan hidup alias suaminya.  Sahabat Ummi, waspadalah…waspadalah jangan sampai tercecer keluhan mengenai pasangan hidup kita di depan teman hatta urusan sepele sekalipun. “Suami saya orangnya ceroboh…naroh barang suka sembarangan.  Sudah gitu malas bangun pagi sekalinya bangun pengennya sudah tersedia kopi!”

Karena mendengar keluhan menantunya mengenai kondisi perekonomian keluarga tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, diriwayatkan Nabi Ibrahim AS akhirnya menyuruh Nabi Ismail menceraikan istrinya.  Bagaimanapun seorang istri harus menjaga kehormatan suaminya.

Keluhan istri juga bisa diartikan ia tidak ikhlas dengan keadaan.  Mengeluhkan suami sama saja ia tidak ikhlas mendampingi.  Itulah yang kata Rasulullah SAW mengapa banyak wanita jadi penghuni neraka karena sering berkeluh kesah mengenai suaminya baik soal uang maupun tabiatnya.

Dalam hadits riwayat Al Bukhari dikatakan banyaknya wanita dalam neraka karena mereka kufur terhadap suaminya. Kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Meskipun suaminya berbuat baik sebanyak apa pun namun tatkala sedikit saja seorang istri menemukan kekurangannya yang tidak ia sukai para istri ini dengan mudahnya mengucap, “Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.”

Pernahkah terucap demikian?...buru-buru minta maaf segera deh para istri.

Gampang mencela dan ngata-ngatain orang.  Perempuan juga paling jago memberi label jelek pada sesama perempuan. “dasar jablay.  Sundel bolong…,perusak rumah tangga orang” dan sederetan cap jelek lainnya. Sss..ingatlah pepatah mulutmu harimaumu.

Nyinyir dan over penilaian.  Nah ini dia penyakit lisan lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan.  Bukan karena perfeksionis, tapi dasarnya perempuan memang doyan menilai. “Makanan di situ nggak enak. Asiiin. Ih amit-amit mampir ke situ lagi”. Tapi  ludes juga tuh masuk ke perut.  Apalagi kalau arisan, “ah bu, bajunya ini sudah bagus sayangnya kerudungnya kurang matching..”. Adaaaa saja yang dinilai dan kadang tidak prinsipil.

Basa-basi tapi tak mengenakkan. Menanyakan sesuatu boleh-boleh saja asal jangan berlebihan dan kadang kala bikin susah orang untuk menjawab.  Basa-basi tapi minus empati. Contohnya begini:

“Kapan menikah? Saya nggak sabar nih pengen jadi panitia.” Padahal tahu dia lagi nunggu jodoh.

“Kapan punya anak?..sudah setahun belum isi juga?”

“Kapan nambah anak lagi? Cuma dua mah masih sepi rumah”

“Kapan mantu?”

Bla…bla…

Tidak tahukah kadang basa-basi terkesan sepele bisa membekas dalam pikiran seseorang dan membuatnya stress?. Berempati sajalah dan doakan saja secara diam-diam tak usah menanyakan berulang-ulang kayak siaran iklan.

Menghasut dan manas-manasi teman. 

“Bu, jangan biarkan anaknya main sama anaknya si A..dia itu celamitan persis kayak ibunya”

“Ibu harus segera menurunkan berat badan biar nggak gampang sakit.  Tetangga saya kemarin meninggal di usia 45 tahun. Masih muda kan, sakit jantung karena kegemukan”.

Yakin deh sahabat, bukannya mengena malah antipati. Kadang ada orang yang dijauhi karena sikap dan ucapannya tidak memberi kenyamanan bagi yang mendengar.

Sahabat Ummi, betapa lisan yang tak terjaga akan menjatuhkan seseorang ke dalam neraka sudah sering diingatkan oleh Rasulullah SAW di hadits yang lain.

“Tiada lain yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka itu hanyalah karena hal-hal yang diucapkan oleh lidah mereka” (HR. Ashhabu ‘s Sunan dan Ahmad)

Lalu bagaimana cara mencegah lisan dari perkataan yang menyakitkan?.

Jawaban tergampang adalah latihan mengendalikan diri.Jangan berdalih ucapan buruk itu karena karakter (sifat) bawaan, atau kesukuan.  Tidak, lisan itu merupakan gambaran karakter seseorang.  Karenanya saring-saringlah dulu ucapan sebelum kelepasan.  Berfikir sebelum bicara, bukan di balik ngomong dulu baru mikir. 

Cara lain adalah mulai berkomitmen untuk tidak berdusta, menggunjing, mencela dan lainnya yang berindikasi menyakiti orang lain.  Hal yang juga memungkinkan adalah meninggalkan lingkungan pergaulan yang tidak kondusif.

Banyak di kalangan kita ikutan ghibah karena teman-teman sekeliling kita biasa demikian. Tinggalkan pergaulan yang buruk dan bergantilah mencari kawan-kawan yang mendukung kita dalam kebaikan.

Tentunya dengan cara mensiasatinya karena pada dasarnya kita pun dilarang pilah pilih teman karena kesombongan atau merasa lebih suci. Dan terakhir, isilah waktu dengan kesibukan yang bermanfaat. Insya Allah dengan banyak beraktivitas positif akan menghindarkan kita dari waktu luang yang kadang sia-sia.

Semoga bermanfaat.....