Jumat, 28 Oktober 2022

MENJADI PRIBADI YG BERMANFAAT


 Seribu teman masih kekurangan, Tapi satu lawan terlalu kebanyakan... 

Satu orang penjahat mau bertobat, seluruh surga bersukacita. Tapi seribu orang baik yg berubah menjadi munafik....?

Bergetarlah dunia menjadi buruk. 

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang yg berkualitas. 

Setiap orang diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. 

Allah  berfirman:

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya.” (Muttafaq ‘alaih)

“Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Kamu tidak perlu menjadi kaya terlebih dulu utk berbagi dengan yg lain , Tapi mulai berbagilah , sekalipun engkau masih miskin , maka rasakan perubahan engkau akan jadi orang kaya. 

Kamu tidak harus tunggu kaya untuk bersedekah,  bersedekah lah apapun keadaanmu saat ini. 

karena dg demikian orang2 di luar sana melihat betapa dahsyatnya dan Allah yg maha kaya raya yg kamu miliki..

Dan Allah sangat mencintai hambanya yg suka berbagi dan berderma. 


Kamis, 27 Oktober 2022

HIJRAH


 Dalam menjalankan kehidupan sudah pasti kita pernah merasakan dead lock atau terasa semua buntu.

Sudah berusaha semampunya untuk keluar dari permasalahan atau dari suatu yang membuat berat langkah untuk maju...

tapi rasanya ada sesuatu yang selalu menutup atau menghilangkan semangat dan terasa tidak berdaya..

pasrah..

merenung..

intropeksi..

Taukah kenapa seperti ini?

jawabannya, inilah saat yang tepat untuk pindah atau hijrah..

apakah dari etika kita yang buruk menuju baik

apakah etos kerja kita lemah menjadi berubah semangat

apakah cita cita kita sudah mentok belum berhasil, berubah mengatur strategi baru supaya tercapai tujuan.

apakah permasalahan hidup yang tidak kunjung selesai, berubah menuju lebih yakin dan semangat berlipat.

Inilah sebenarnya yang harus kita tanamkan pada diri kita sendiri, hijrah atau pindah kuadran..dari yang biasa menjadi luar biasa

dari yang tidak yakin menjadi sangat yakin.

dari yang bersifat lemah menjadi harus kuat.

dari  yang cepat frustasi, menjadi lebih konsisten.

Ini saat yang tepat merubah hidup menjadi yang luarbiasa

lakukan sekarang atau kita tertinggal dan terpuruk.


Strategi Sukses


 Berlarilah di jalur maka kita akan menang! 

Kita tidak akan menang dengan cara apa pun selain dengan berlari.

 Artinya, seperti sebuah lomba lari,kita tidak akan bisa meraih impian selain dengan berusaha di jalan yang tepat untuk mewujudkannya.

Pertandingan tidak akan kita menangkan hanya dengan melakukan lompatan jauh dari garis mulai ke garis akhir! 

Yang harus kita lakukan memang berlari, langkah demi langkah. Setiap langkah akan membawa kita mendekati garis finish. 

Jadi, mimpi kita memang harus diwujudkan dengan cara serupa. Lakukan usaha dengan tidak terburu-buru, langkah demi langkah, maka kemenangan akan menyambut kita.

Itulah yang juga disarankan oleh Carl Lewis, pemenang Olimpiade 1984 cabang lompat jauh.

 Ia berkata, "Get out of the blocks, run your race, stay relaxed. If you run your race, you'll win. Channel your energy. Focus!" 

Maka, fokuslah untuk menang!

ORANG YANG SELALU DIKEJAR REZEKI.


 Yakinlah bahwa rejeki itu sudah ditentukan Allah kadarnya dan kapan datangnya.

Walaupun kita sudah berusaha mencarinya dengan cara bekerja keras siang dan malam bahkan sampai pagi, jika itu bukan rejeki kita maka hasil yang kita dapatkan akan pas-pasan saja.

Namun jika sudah Allah tetapkan rejeki itu, walaupun kita tidak menginginkannya, maka rejeki ini akan datang sendiri kepada kita dengan tidak disangka-sangka.

Ada sekelompok atau golongan orang yang selalu dikejar rejeki?

Yakni golongan orang-orang yang telah dijamin Allah rejekinya. Allah menjamin dan mencukupkan rejekinya melalui berbagai tempat.

Allah Subhanahu wa ta’ala Berfirman,

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan memberikannya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” 

(QS. Ath-Thalaq [65] : 2-3)

Allah Subhanahu wa ta’ala berjanji akan mencukupkan rezeki bagi siapapun yang bertawakal kepada-Nya. Maka tugas kita adalah bertawakal kepada-Nya dengan usaha maksimal.

Inilah beberapa cara untuk menjemput rezeki agar datang dan mengikuti kita.

BIASAKAN BERSEDEKAH

PERBANYAK BACA DAN AMALKAN SURAT ALWAQIAH

MEMULIAKAN ORANG TUA. 

PERBANYAK  ISTIGFAR

SELALU  BERSYUKUR DALAM KEADAAN APAPUN. 

Yang terpenting ialah kita harus percaya. bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala tidak pernah mengingkari janji-Nya.


Rabu, 26 Oktober 2022

Tingkatan- Tingkatan Keluhan

 


Sesungguhnya mengeluh ada tiga tingkatan:

Pertama : Seseorang mengeluh kepada Allah tentang dirinya sendiri. Ia merasa bahwa segala kondisi buruk yang menimpanya adalah karena dirinya sendiri, 

seraya mengingat firman Allah :

"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS Asy-Syuuroo : 30)

"Dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri"  (QS An-Nisaa' : 79)

Ini adalah keluhan yang terbaik, yang muncul dari seseorang yang mengenal hakikat dirinya dan mengakui keagungan dan keadilan Allah.

Kedua : Seseorang mengeluh kepada Allah tentang kondisi orang lain, atau tentang sikap buruk orang lain kepadanya. Ini adalah bentuk keluhan yang tengah.

Ketiga : Seseorang yang mengeluhkan kepada orang lain  tentang keputusan Allah. Dan ini merupakan bentuk keluhan yang terburuk. 

Manusia mengeluh karena 

Gagal melewati ujian dari Allah dan kurangnya rasa syukur,  lebih banyak didominasi rasa selalu kurang dan kurang , maka harus dibangun lagi kecerdasan emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ)  serta  Kecerdasan Transendental (Trancendental Quotient = TQ).  

TQ( trancendental quotient) 

bisa dikatakan sebagai kecerdasan ruhaniah/ilahiyah, yang erat kaitannya dengan kemampuan seseorang memaknai hidup dan kehidupannya dalam perspektif agama. 

TQ merupakan pengembangan dari kecerdasan spiritual, yang mempunyai konsep visioner jauh ke depan dengan pertanyaan, “Siapakah aku, darimana aku (berasal), dan mau ke mana nanti aku (setelah mati)?”


HATI


 Mungkin hampir bisa dikatakan kita semua pernah merasakan 2 sisi baik dan buruk tentang HATI Kita 

Sakit Hati..

Senang Hati.. 

Kotor Hatinya.. 

Bersih Hati.. 

Tinggi Hati.. 

Rendah Hati.. 

Iri Hati.. 

Kecil Hati ..

Berbesar Hati.. 

Kata Hati.. 

Hati adalah tempat lahirnya perasaan manusia, hati juga yang berperan menentukan sifat baik dan buruknya manusia. Menjaga kesucian dan kebersihan hati sangatlah penting berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati,” (HR. Bukhari).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  pun mengingatkan, 

"Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan karena keangkuhan membuat Iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus) karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang, dan berhati-hatilah terhadap iri hati karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati." (HR Ibn Asakir melalui Ibn Mas'ud).

Karena tiga penyakit hati itu pula, kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain, lupa dan tak sadar tentang diri sendiri. Mengkritisi diri merupakan ciri kearifan, pembersih tempelan dosa di beningnya jiwa. 

Sungguh malang mereka yang sibuk menilai orang, menyalahkan dan menghakimi seolah dirinyalah yang paling benar.

Kita harus sepenuhnya lebih melihat ke dalam diri, mempelajarinya, mengikuti mata batin suci (nurani) yang selalu menuntun kepada kebenaran.


Hilangkan Mindset bahwa Anda Tidak Layak untuk Kaya


 Banyak orang yang pesimis untuk bisa kaya raya, karena dalam pikirannya kekayaan adalah sesuatu yang didapat dari lahir.

Dengan pikiran itu pula, banyak orang yang pasrah dan menerima kehidupan yang serba pas-pasan.

Apakah ini mindset yang ada dalam kepala Anda?

Jika ini masalahnya, Anda tidak akan pernah kaya! Anda akan terus-menerus dirundung kekhawatiran tentang kondisi keuangan Anda, terutama oleh tagihan dan utang.

Perlu Anda ketahui, pikiran negatif seputar uang ini akan membawa imbas buruk pada Anda.

Kekhawatiran akan uang ini tidak akan menghasilkan apa-apa selain menarik kenegatifan pada diri Anda.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kaya. Tidak ada orang yang ditakdirkan untuk hidup dalam kemiskinan dan kesulitan seumur hidupnya.

Mereka yang menyusun rencana dan berani bertindak adalah orang yang bisa mengubah ‘takdir’ mereka. Sesederhana itu.

Diri Anda sendiri yang bertanggung jawab atas berapa banyak pendapatan yang Anda terima.