Dalam interaksi kehidupan sehari-hari, sering kali terjadi baik di dunia nyata maupun maya ditemukan kalimat celotehan
"jangan merasa paling benar",
"jangan merasa benar sendiri",
"jangan merasa paling baik", dan
"jangan merasa paling suci".
Kalimat-kalimat seperti itu biasanya muncul saat orang dihadapkan pada kondisi perdebatan, perbedaan pandangan, keterusikan akan keyakinan, dan rasa tidak senang saat mendapatkan teguran atau nasihat.
Pada kondisi seperti itu, tidak jarang perilaku merasa paling benar membawa dampak buruk bagi diri yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya.
Setidaknya, orang yang merasa paling benar tergolong ujub dan takabur yang menjadikannya kurang dipercaya dan dihargai oleh orang lain.
Sikap dan perilaku itulah yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya konflik di antara sesama.
"Pintarlah Merasa dan Janganlah Merasa Pintar.
Benar Benarlah Merasa Dan Janganlah Selalu Merasa Benar "
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar