Kamis, 12 Juli 2018

AYAH DAN BURUNG GAGAK


Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apakah benda tersebut?”

“Burung gagak,” jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama.

 Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras.
“Itu burung gagak ayah!”

Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, “BURUNG GAGAK!!”

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah, “Gagak ayah.......”.

Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. 

Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah.


“Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun sudah memberikan jawabannya.

 Apakah sebenarnya yang ingin ayah sampaikan ???? Itu burung gagak, burung gagak ayah.....”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah kemudian bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terheran-heran. 

Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan membawa sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih marah dan bertanya-tanya.

 Ternyata benda tersebut sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam buku diary itu”, pinta si ayah.

Si anak taat dan membaca bagian yang berikut..........
“Hari ini aku di halaman bersama anakku yang genap berumur lima tahun. 

Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apakah itu?”.

Dan aku menjawab, “Burung gagak”.

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya pertanyaan yang sama dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama.

 Sampai 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayang aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.

 Aku berharap bahwa hal tersebut menjadi suatu pendidikan yang berharga.”

Setelah selesai membaca bagian tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu.

Si ayah dengan perlahan bersuara, “ Hari ini ayah baru menanyakan kepadamu pertanyaan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah.”

Selasa, 10 Juli 2018

APA YANG MAU DISOMBONGKAN !


Apa yang mau kita sombongkan dihadapan Allah SWT yang Merajai seisi Langit dan Bumi?

Apakah harta secuil yang kita miliki?
Ataukah kendaraan terbaru yang kita tunggangi? Atau mungkin pakaian Merek terbaru yang kita kenakan?

Jauh sebelum jaman ini, tepatnya di jaman Nabi Musa AS. hiduplah seorang laki-laki yang alim shaleh dan bertaqwa kepada Allah dan Nabi-Nya, walau hidup dalam garis kemiskinan.

Seiring berjalannya waktu, Allah karuniakan perbendaharaan dunia kepadanya. Ia menjadi seorang yang Kaya Raya. Bahkan Kunci dari gudang-gudang harta tempatnya menimbun harta, sangatlah banyak, hingga berat jika dibawa atau diangkat orang-orang yang kuat macam Ade Ray sekalipun.

Ya, dialah Qorun, sang pemilik Harta Dunia yang namanya Allah SWT abadikan didalam Al-Qur'an. Kisahnya tercantum jelas dalam kitab terakhir bagi umat Nabi Muhammad Saw, sebagai pembelajaran yang bisa diambil hikmahnya.

Anda tahu Bill Gate?
Siapa yang tidak kenal, dia adalah salah satu orang terkaya se-jagat. Penghasilannya lebih dari Rp.2.800.000,-/detik. Bahkan saat ia terlelap dalam tidur malam sekalipun, uang tetap mengalir ke rekeningnya. Setiap saat setiap detiknya.

Namun apa yang Bill Gate miliki, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan harta yang Allah karuniakan kepada Qorun, yang saat itu hidup ditengah kaum Bani Israel pada Jaman Nabi Musa AS.

Namun, karena kecintaan Qorun kepada harta yang Allah titipkan, membuatnya menjadi buta. Bertindak semena-mena dan cenderung Dzalim terhadap sesama. Ia menjadi lalai dalam beribadah dan hanya sibuk mengurusi hartanya.

Benarlah kata pepatah 'Cinta itu buta dan  tuli' , hingga membuat Qorun tak mempan dinasehati. Bahkan pertakaan sombongnya ini diabadikan dalam Al-Qur'an:

"Dia (Qarun) berkata, Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku. Tidakkah dia tahu, bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka."
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 78)

Sehingga Allah SWT menenggelamkannya beserta harta dan rumah yang dia miliki kedalam perut Bumi (Baca Alquran Surat Al-Qasas: 76 - 83).

Lalu dimanakah posisi kita, sehingga kita merasa berhak untuk bersombong diri?
Apakah harta secuil yang kita miliki?
Ataukah kendaraan terbaru yang kita tunggangi? Atau mungkin pakaian Merek terbaru  yang kita kenakan?

Apakah patut kita sombong dihadapan Allah SWT?
__________
Selamat merenung 

KERAJAAN KAPAS


Pekan ini seorang pangeran dilantik menjadi raja. Oleh karena itu, sang raja yang baru tersebut memulai tugas pertamanya dengan berkeliling kawasan di sekitar istana kerajaan.

Sepanjang perjalanan itu kakinya berkali-kali menginjak batu-batu kerikil kecil sampai memar. Maka sang raja memerintahkan kepada menterinya agar jalanan di sekeliling istana dilapisi dengan kapas. Agar kelak saat ia berkeliling lagi kakinya selamat.

Pekan berikutnya sang raja kembali berkeliling meninjau desa-desa di sebelah barat dan timur istana. Lagi-lagi jalanan yang tidak mulus menjadi keluhannya. Sang raja memberi perintah yang sama kepada menteri untuk melapisi jalan-jalan desa dengan kapas.

Begitu pula yang terjadi pada seluruh desa di penjuru utara dan selatan. Dalam satu bulan persediaan para petani di kebun kapas habis untuk melapisi jalanan. Kerajaan itu sudah laksana kerajaan kapas.

Suatu hari sang raja berniat mengunjungi kerajaan tetangga. Seperti biasa ia mengajak menterinya yang setia. Ketika rombongan tersebut sampai di kerajaan tetangga, sang raja melihat kondisi jalan di sana belum berlapis kapas.

Ia lantas bertanya kepada seorang prajurit yang ditugaskan menyambut rombongan tersebut, 

"Bagaimana caranya saya berjalan menuju istana kerajaanmu sedangkan kondisi jalannya seperti ini? Tidakkah kalian berniat untuk melakukan perubahan seperti yang aku lakukan pada seluruh kerajaanku?" 

"Maaf Baginda Raja. Kami sebenarnya juga memiliki masalah yang sama dengan kondisi jalan. Tetapi kami menemukan solusi dengan cara yang lain. Tidakkah Baginda Raja melihat sepatu yang aku pakai ini?" 

"Sepatumu tebal sekali! Memangnya ada apa dengan sepatu itu?" 

"Sepatuku ini telah aku lapisi dengan kapas, sehingga kaki kami tetap selamat! Ketahuilah Baginda Raja, kami juga ingin melakukan perubahan. Tetapi kami sadar, sebelum mengubah kerajaan ini, pertama kali kami harus mengubah diri sendiri terlebih dulu."

Sungguh di luar dugaan. Rupanya perkataan dari prajurit biasa itu mampu menyadarkan sang raja atas kesalahannya selama ini. Ia terlalu berhasrat untuk membuat perubahan pada orang lain, tetapi tidak dimulai dari perubahan dirinya sendiri.

Demikianlah dongeng kerajaan kapas yang tak lekang dimakan waktu tentang hakikat sebuah perubahan. Sebagai seorang muslim, dongeng ini mengingatkan kita pada Surat As-Shaf ayat 2,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"

Lihatlah bagaimana Allah menegur orang-orang yang menyeru perubahan kepada orang lain, tetapi ia sendiri tidak melakukannya. 

Semoga kita semua dimampukan untuk memperbaiki diri sendiri, dan kelak akan menjadi awal untuk perbaikan saudara-saudara kita yang lain.

Senin, 09 Juli 2018

JIKA HIDUPMU SERING SUSAH, LIHATLAH SHOLAT SHUBUHMU


Waktu saya dalam kesusahan hidup, pernah kadang terbersit "Ya ALLAH, kan saya sudah melakukan semuanya, Sholat sudah, ngaji sudah, sedekah sudah kok tetap saja ada masalah???"

Begitulah kita, kalo boleh demo dengan ALLAH, mungkin kita juga pernah merasakan.

Ternyata kesusahan yang ALLAH hadirkan tadi karena ALLAH SAYANG dan akan memberikan HADIAH.

Apa hadiahnya???

ILMU lah hadiahnya.
Kalau tidak diingatkan saya tidak akan memikirkannya.
Dari situlah saya coba cari tahu, apa yang salah?

Saya mulai 'tafakur...' dari sekian... kesalahan dan dosa yang dilakukan, baik yang benar-benar dosa maupun dosa yang dilakukan saat ibadah.

Yang mencolok adalah ketika saya sadar sholat subuh saya sering terlambat.

Berawal dari guru saya cerita, beliau juga pernah babak belur waktu muda dan setelah dicek karena sholat subuhnya asal-asalan.

Sehingga ketika saya diskusi ke beliau, beliau mulai dengan 1 pertanyaan.

*SHOLAT SUBUH KAMU JAM BERAPA ...???*

Dengan enteng saya jawab dan merasa tidak bersalah; "jam 5 kadang lewat-lewat sedikit"

Beliau pun bergumam _*"Hhmmm, pantesan"*_

Bagaimana mau membangun rumah tangga??? Bagaimana mau membangun usaha???
Apalagi mau membangun negara???

(Jadi kalau ada calon anggota DPR, atau Calon Pemimpin Kepala Daerah tidak pernah kelihatan sholat berjama'ah di masjid khususnya SHOLAT SUBUH, TIDAK USAH DIPILIH, YAKINLAH hidupnya sedang banyak masalah)

Kalaupun REZEKI mereka Berlimpah, Usahanya Lancar, lihat saja nanti, jika sholatnya tidak terjaga, khususnya SUBUH, banyak masalah yang di hadapinya, baik masalah kesehatan, masalah keluarga dll.!!!

(ALLAH mengingatkan karena ALLAH SAYANG agar kita TAAT dan berubah)

Nah kalau bangun Subuhnya saja bermasalah!!!

Iya... Bener SUBUH!!!
Disitu saya langsung sadar, dan memang coba kita perhatikan, orang-orang tua kita jaman dulu yang Sholat Subuhnya disiplin berjamaah di masjid bukan hanya rejekinya dicukupkan ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA, tetapi tubuhnya sehat terjaga.

Nah sebelum kita _*'muhasabah'*_ dosa-dosa kita yang lain... coba cek sholat Subuh kita, sholat Subuh Istri kita...!!!

Jam berapa dan dimana...???

Kalau untuk laki-laki sudah jelas berjamaah di MASJID.
Buat perempuan mesti diawal waktu.

Memangnya ada apa dengan sholat Subuh???
Satu hal yang pasti saat Subuh, ALLAH perintahkan jutaan malaikat-Nya untuk membagikan rejeki.

Baik yang mohon ketenangan hidup, mohon sehat, mohon hutangnya lunas, mohon usaha, mohon kerjaan...

*Nah bagaimana kita mau dapat!!!*
*Pas pembagian kita masih terlelap tidur.* 
Benar tidak... ???

Jadi wajar kalau hidup penuh masalah, karena kita tidak kebagian kebaikan dari ALLAH saat Subuh.

Lihatlah apa yang ALLAH beritakan tentang Subuh...

‎أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

_*“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”*_
(Qs. Al-Isra’ : 78).

Kenapa hanya sholat Subuh yang diingatkan ALLAH???

Coba pikir sendiri.

Jadi jika kita masih ada masalah hidup yang belum selesai, salah satunya lihatlah *SHOLAT SUBUHNYA ... !!!*

Kalau ini sudah dilaksanakan, insyaAllah barokah ALLAH pasti akan menghampirinya.

TURKI sudah membuktikan...!!! 
TURKI memiliki banyak *Kemajuan dan Perubahan,*
TURKI menjadi Negara Maju dan Negara yang di SEGANI dan Diperhitungkan, itu hanya berawal dari gerakan SHOLAT SUBUH berjamaah.

Satu negara saja ALLAH bisa mengubah, apalagi cuma satu orang saja atau satu rumah tangga, terlalu kecil bagi ALLAH.

*Mari kita perbaiki Sholat Subuh kita terlebih dahulu...!!!*

SEMOGA KITA BISA SELALU ISTIQOMAH

Minggu, 08 Juli 2018

Untuk Ibu Mertua


Terima kasih mertuaku, 30tahun lalu kau telah mengandung janin yang saat ini menjadi suamiku. Yang bersedia mendidiknya lalu menghabiskan waktunya  bersamaku saat dewasa.

Ibu, ada surga neraka di pundak orang yang kita cintai.

Ibu, jangan membenciku karna saat ini anak pria mu hidup denganku sampai akhir hayatnya. Karna aku pastikan engkau wanita tercantik di matanya.

Ibu, jangan berikan pilihan aku atau dirimu. Karna tak mungkin suamiku inginkan neraka di antara kita. Aku jamin engkau adalah cinta pertamanya.

Jangan cemburu saat suamiku memenggang tanganku erat, karna kau adalah wanita yang pertama kali ia peluk dengan kasih sayang yang tulus.

Jangan cemburu denganku yang selalu bersamanya, karna tak akan mungkin sedikitpun di benaknya melupakanmu yang sudah betahun-tahun menyayanginya.

Ibu, kini aku dan anakmu telah memiliki anak yang special untukmu, yang membantuku mendoakanmu di setiap selesai solat dan sebelum tidur.

Anakmu telah aku tambah dengan cucu lucu dan sholihah. Jangan membenciku seperti perampok. Jangan marah kepadaku seperti pencuri. Aku hanya seorang wanita yang berusaha dan belajar menjadi istri yang sholihah untuk anakmu. Menjaga aurat untuknya, menjaga hartanya dan mendidik anak-anaknya. Agar kita bukan saja berkumpul di dunia, tapi di surga juga.

Ibu terima kasih atas segalanya. Sungguh aku wanita yang tiada apa-apanya tanpamu yang sudah membesarkan suamiku.

Ibu, terima kasih telah membesarkan dan mendidik anakmu hingga aku bisa memilihnya

Ibu, jangan pernah takut aku mencuri cintanya padamu justru aku juga mencintaimu hingga kau mendapatkan dua cinta bahkan mungkin cinta anak anak kami hingga hidupmu penuh cinta.

Ibu, jangan pernah khawatir aku akan melukainya bahkan aku sangat ingin menjaga hatinya seperti engkau membahagiakannya

Ibu, jangan pernah ragu untuk mempercayakan kebahagiaannya padaku meski aku wanita lemah tapi aku tulus menerimanya.

Ibu, maaf jika aku tak cantik seperti wanita lain yang mungkin pernah menjadi pilihanmu untuk putramu, tapi dapat kupastikan kaulah yang tercantik di mata putramu.

Ibu, aku tak akan meminta dia memilih di antara kita justru kitalah dua kekuatan untuknya menjalani hidup.

Ibu, jadilah tim denganku membantu suamiku menjaga keluarganya dari api neraka.

Ibu, maaf jika suatu hari aku mencuri resepmu untuk memanjakan suamiku.

Ibu, maaf jika nanti ada hal yang membuatmu tersakiti secara tidak sengaja, bicarakanlah denganku, sungguh aku juga belajar menyayangimu.

Ibu, terima kasih atas restumu mempercayakan putramu padaku.

Ibu bantu aku menggapai surga bersama dengan orang yang kita cinta. Aku bukan anak dari rahimmu, tapi aku adalah orang yang paling marah jika anak priamu ada yg mencaci, aku akan menjadi tameng ketika ada orang yang mengolok, aku adalah orang yang bersedia bangkit ketika anakmu di jatuhkan.

Sabtu, 07 Juli 2018

KESALAHAN MENDIDIK ANAK YANG DIANGGAP SEPELE NAMUN PENTING BAGI MASA DEPAN ANAK


Mendidik anak adalah kewajiban bagi setiap orang tua , karna anak merupakan titipan dari Allah maka wajib di jaga dan di didik dengan sebaik-baiknya. Setiap orang tua mendambakan anak yang soleh namun dalam mendidik anak terkadang mereka lupa menjadi contoh nyata bagi anak nya dan ketika anak-anak mereka sudah menjadi seorang dewasa yang memiliki perilaku kurang baik, barulah sibuk menyalahkan sana-sini. Untuk itu sebelum terlanjur, inilah beberapa cara salah mendidik anak yang perlu diketahui oleh para orangtua.

Menakut-nakuti Anak Hanya Akan Membuatnya Tumbuh Menjadi Sosok Penakut.

Menangis merupakan aktivitas yang sepertinya tidak bisa dilepaskan dari anak-anak. Maka tak heran, jika setiap harinya anak menangis beberapa kali. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua, Bunda dapat menghentikan tangisannya. Namun tidak seharusnya pula dengan cara menakut-nakuti. Beberapa orangtua menggunakan hantu, suara angin, gelap, dan lain sebagainya untuk menakut-nakuti anak. Akibatnya anak pun akan menjadi seorang yang penakut. Dia akan takut terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.

Mendidik Anak Hingga Membuatnya Kelewat Berani Juga Tak Tepat.

Memang menjadikan anak sebagai seorang penakut adalah hal yang salah. Namun mendidiknya menjadi anak yang terlalu berani pun juga salah. Anak yang terlalu berani akan menjadi seorang yang congkak dan sombong. Untuk itu, didiklah anak sesuai dengan porsinya. Misalnya Bunda boleh menjelaskan anak untuk takut terhadap binatang buas, takut berbohong, takut membolos, berani berbuat baik, dan menyampaikan kebenaran.

Bunda Mungkin Sangat Sayang Pada Si Kecil, Tapi Menuruti Semua Permintaannya Justru Akan Berpengaruh Buruk Padanya.

Karena besarnya rasa sayang orangtua kepada anaknya ,membuat apa pun yang diinginkan oleh anak selalu dipenuh. Ini adalah cara yang salah. Cara mendidik yang demikian akan membuat anak menjadi seorang yang manja. Hal itu terjadi karena semua keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtuanya. Selain itu, cara ini pun bisa menjadikan anak pemboros dan nantinya tidak dapat mengatur keuangan dengan baik.

Untuk itu, penuhilah keinginan anak sesuai dengan kebutuhannya . Belum tentu apa yang diminta oleh anak adalah sesuatu yang dibutuhkannya saat itu. Sebagai orangtua, Bunda tentu bisa bisa mengetahui mana yang menjadi kebutuhan anak atau sekedar keinginannya saja.

Menggunakan Kekerasan Untuk Mendidik Anak Bukanlah Hal Yang Patut Dilakukan.

Ternyata mendidik anak dengan kekerasan bisa berpengaruh buruk kepada kejiwaan anak. Mendidik anak dengan tegas memang diperlukan. Namun mendidik anak dengan tegas dan mendidik anak dengan kekerasan adalah dua hal yang jauh berbeda. Sebisa mungkin Bunda harus menghindari mendidik anak dengan kekerasan, apa lagi jika Bunda melakukan kekerasan tersebut sebagai pelampiasan amarah saja.

Kurang Memberikan Kasih Sayang Pada Buah Hati Dan Membuatnya Tak Nyaman Berada Di Rumah.

Beberapa orangtua memiliki anggapan bahwa yang dibutuhkan oleh anak adalah uang jajan yang banyak, hp, baju yang bagus, kendaraan, dan hal-hal yang berhubungan dengan materi lainnya. Padahal selain materi, anak-anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya. Jika anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, maka mereka kemungkinan akan mencari kasih sayang di luar rumahnya. Akibatnya mereka pun terjerumus dalam pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, dan hal-hal buruk lainnya. Untuk itu, berikan kasih sayang kepada anak-anak agar mereka merasa nyaman saat berada di rumah.

Jumat, 06 Juli 2018

Perhatian buat para Suami


Hari minggu pagi, pasangan suami istri nampak sibuk. Sang suami sibuk mencuci mobil, sang istri sibuk memasak di dapur nyambi menggiling pakaian di mesin cuci. Di satu sisi menggendong anak yang masih 9 bulanan dan menyuapi anak 4 tahun yang sedang main pesawat terbang berlarian di rumah. 

Setelah masakan siap, suami, istri dan anaknya makan dengan lahap di meja makan. 

Sang suami berkata, "Bun, ingat kan hari ini kita ada agenda temu alumni? jam 10 kita berangkat ya... "
Istri menjawab dengan semangat, "Siap ayah!"

Maka setelah makan pun keduanya bergegas. Sang suami langsung ke kamar mandi, merapikan kumis, merapikan bulu hidung, dan mandi sambil bernyanyi. 

Di lain sisi, sang istri sibuk memandikan dua anaknya, tahu kan bagaimana hebohnya, yg besar susaaah sekali diajak mandi, sekalinya sudah mandi, susaaah diajak berhenti. Sementara sang suami baru memakai sabun mandi setelah selesai menggosok gigi, istri masih berkutat memandikan si bayi sambil menginterupsikan anak sulungnya mengenakan baju dan celana panjang. 

Selesai sang suami mandi,ia langsung ke kamar, memakai kemeja yang disiapkan istri dari subuh hari, necis dengan celana jeans dan sepatu kulit yang sudah disemir. 
Sementara itu sang istri ingat, pakaian yang digiling dimesin cuci belum dijemur, takut bau jika dibiarkan di dalam mesin cuci. Setelah menjemur ia masih repot dengan cucian bekas memasak, dan bekas makan bersama. 

Sang suami sudah rapi, wangi dengan minyak wangi khasnya. Orangnya sudah ke garasi, bau parfumnya masih tertinggal di dalam kamar. Ia kemudian menyalakan mobil, pikirnya sambil menunggu istrinya ia akan memanaskan kendaraan. 

Di dalam istri sudah kaget mendengar mesin mobil berbunyi. Tentu itu adalah kode tak langsung dari suami, "Ayo kita segera berangkat!" Baru saja selesai mencuci piring, ia langsung buru-buru ke kamar mandi. Tanpa keramas! Ya! Karena dengan keramas, ia membutuhkan waktu untuk mengeringkan rambutnya, karena jika memakai kerudung dalam keadaan rambut basah akan membuatnya berketombe. 

Selesai mandi ia langsung ke kamar, memilih baju dalam lemari, tak sempat nge-mix n match warna yang penting asal pakai yg ada aja dan mudah dipakai. Biar cepat berangkat, begitu pikirnya. Aktivitas berdandan diselingi melodi tangisan anak bungsu yang meminta mimik, baju yang sudah rapi dikancingkan pun kembali tidak beraturan. Sambil menyusui, tangan kanannya menyentuh pelembab dan bedak, dengan secepat mungkin. Selesai menyusui, bayi ditipkan ke kakaknya, sesekali terdengar keduanya 'heboh', saling jahil. 

Dari luar suaminya sudah menyalakan mobil 15 menit sambil menyalakan lagu-lagu dari Jason Mraz. Tak lupa scrolling teman-temannya di laman media socia.  timeline Pikirnya, "Memang ya perempuan itu kalo dandan lamaaaa banget!" Akhirnya ia membunyikan klakson, secara tidak langsung dia berbicara, "Ayo cepetan!" 

Dan istri di dalam kamar menyadari, ia sudah diburu waktu. Tanpa pikir panjang ia memakai kerudung secepatnya, tak peduli atasnya bengkok sedikit, warna kerudungnya kurang matching dengan baju, yang penting cepat beres. 

Oh ya lupa, dia belum memakai lipstik. Maka akhirnya lipstik dia pakai sambil berjalan menuju keluar rumah sambil menggendong bayi dan mengunci pintu. 
Akhirnya berangkatlah keluarga itu ke acara temu alumni. 

Di dalam mobil sang suami mendumel, "Bunda lama banget sih dandannya. Kita telat nih, udah jam 10 lebih seperempat."
Di lain kesempatan, "Itu lipstiknya kurang rapi, Bun." Di lain kesempatan, "Warna kerudungnya kayak kurang matching, Bun." Di lain kesempatan lagi, "Bunda lupa gak pakai minyak wangi ya?" Sejumlah pertanyaan suaminya (yang walaupun memakai panggilan 'Bun') terasa begitu menyesakkan bagi sang istri. 

Akhirnya tibalah di tempat temu alumni. 
Sepasang suami istri itu bertemu dengan teman satu kelasnya yang juga terkena cinta lokasi. Ya ada 6 orang dalam 1 kelas yang terlibat cinta lokasi. 4 diantaranya ya mereka. 

Sang suami sangat kagum dengan temannya. "Kamu hebat, udah sukses aja nih. Istrimu juga hebat, masih kayak SMA aja penampilannya, gak berubah padahal udah punya anak 2. Tetap wangi, tetap rapi, tetap tersenyum ceria." Ia bilang begitu karena sangat berbeda dg kondisi istrinya. Istrinya juga punya anak dua, tp ia tidak rapi, kerudungnya bengkok-bengkok. Wangi sih, wangi masakan :( kerudungnya bau apek, tercium bahkan olehnya yang tidak bersalaman dan cium pipi kanan kiri. Bajunya tidak matching dengan kerudungnya, bajunya biru kerudungnya kuning. Padahal temanya pertemuannya, black n white. Ya tepat. Salah kostum! Selain itu, wajahnya seperti 5 tahun lebih tua, tidak ceria, yang ada adalah sisa-sisa kelelahan dan sisa kantuk semalam. 

Suami bertanya pada temannya, "Kamu pasti harus mengeluarkan biaya mahal ya untuk perawatan istrimu? Punya ART ya di rumah? Sering belikan hadiah ya buat istri jadi senyumnya ceria terus?"

Sang teman hanya tersenyum. Lantas jawaban temannya begitu mengejutkannya, begini kira-kira:
------
"Aku gak punya ART di rumah.. perawatannya pun tidak mahal harus ke skincare bonafid. Cukup perawatan biasa dg produk yg ada di tv. Aku tak rajin membelikan hadiah karena dia tidak meminta. 

Resep ku hanya satu, memberikannya WAKTU."
------
"Maksudnya?" Sang suami penasaran. 
------
Temannya menjawab,
"Ketika hendak pergi tadi, aku menyempatkan membantu istriku merapikan rumah, pekerjaan rumah kami bagi berdua. 
Ketika istriku memasak, aku membantu memandikan anak. 
Ketika masakan siap, anak-anak sudah rapi. Berikut akupun sudah mandi. 
Ketika kami selesai makan, istriku juga mencuci piring, dan aku mengajak anak-anak main. Jemuran dudah kujemur sebelum aku memandikan anak. 
Aku terus mengajak anaku bermain, sehingga istriku sempat keramas setelah kecipratan bumbu dan bau piring cucian. Ia sempat membersihkan wajah, menghairdryer rambutnya, dan sempat memilih baju yang tepat. Tak lupa ia merapikan lipstik dan memakai minyak wangi. 
Pagi itu ia segar, karena malamnya aku bantu ia menjaga anak kami yang masih 7 bulan, sehingga ia cukup tidur dan bangun dengan ceria. Ditambah lagi, setelah dia berdandan aku sempat memujinya, bahwa ia sangat cantik dan serasi memakai baju itu. Padahal baju itu setahuku sudah dibeli sejak setahun yang lalu. Karena itu ia bahagia. ☺️"

"Nah istrimu juga bisa gitu kok. Asal kamu menyediakan waktu untuknya. "

"Tadi pagi berapa menit kamu alokasikan waktu untuk membiarkan istrimu berdandan sebelum berangkat ke acara ini?. ☺️ temannya tersenyum sambil menepuk pundak sang suami. 

Sang suami? Ia tertegun menyadari kesalahan dirinya.