Kamis, 13 Oktober 2022

KETIKA AIR MATA SITI AISYAH RA. JATUH KEWAJAH NABI MUHAMMAD SAW. Part 1


 Suatu ketika Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ mendatangi rumah istri kesayangan beliau Al Khumaira Aisyah Ra. Melihat kedatangan beliau, Aisyah yang sedang duduk bersila ingin bangkit menyambut, tetapi Rasulullah ﷺ bersabda, “Duduklah saja pada tempatmu,wahai Ummul mukminin, tidak perlu engkau berdiri”.

Nabi ﷺ menghampiri aisyah dan kemudian berbaring terlentang dengan berbantalkan pangkuannya, tampak sekali kemanjaan dan kasih sayang beliau kepada Aisyah, sepertinya pada hari itu Rasulullah ﷺ sangat lelah sehingga tidak lama berselang beliau telah tertidur, Aisyah memandangi wajah beliau dengan kasih sayang dan kekaguman

Tanpa disadari jari jemarinya mengurai jenggot rasulullah ﷺ dan Aisyah menemukan sembilan belas rambut jenggot yang telah memutih (beruban).

 Tiba-tiba saja tersirat dalam hatinya, “Sesungguhnya beliau akan keluar dari dunia (meninggal) sebelum aku, dan tinggallah umat Islam dalam keadaan tanpa Nabi” , merasakan kenyataan seperti itu, Aisyah jadi bersedih lalu menangis, air matanya mengalir kepipi dan menetes jatuh mengenai wajah Rasulullah ﷺ sehingga beliau terbangun, dengan heran beliau bertanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai ummul mukminin”

Aisyah menceritakan perasaan sedih dan ketakutan yang dialaminya tentang kelak akan ditinggalkan oleh beliau untuk selamanya, mendengar cerita Aisyah Ra. tersebut Nabi ﷺ hanya tersenyum mendengarnya, beliau mengatakan “Wahai Aisyah, keadaan apakah yang sangat menyusahkan bagi seseorang (yakni bagi ruh nya) ketika ia menjadi mayat?”

Aisyah berkata, “Katakanlah padaku,  Ya Rasulullah”

Beliau menjawabnya “Engkau saja yang mengatakannya dahulu”

Aisyah sejenak berfikir, kemudian ia berkata, “Tidak ada yang menyusahkan atas diri mayit kecuali ketika ia diusung ke luar rumah menuju kuburnya, anak-anak yang ditinggalkannya akan berduka dan berkata : "Wahai ayah, wahai ibu." Begitu juga orang tuanya akan berkata : "Wahai anakku, wahai anakku."

Nabi ﷺ bersabda, “Hal itu memang terasa akan pedih, tetapi ada yang lebih pedih daripada itu”

Aisyah berkata lagi “Tidak ada yang lebih berat bagi mayit kecuali ketika ia dimasukkan ke dalam liang lahad dan ia dikubur di bawah tanah, anak dan orang tuanya, kerabat dan kekasihnya akan meninggalkannya pulang. Mereka membiarkannya sendirian beserta amal perbuatannya. Menyerahkan urusannya kepada Allah, kemudian setelah itu datanglah malaikat munkar dan nakir ke dalam kuburnya"

Beliau bersabda lagi “Apa lagi yang lebih berat dari apa yang engkau katakan itu?”

Akhirnya Aisyah menjawab, “Allah dan Rasul-NYA yang lebih mengetahui”

Maka Nabi ﷺ  mengatakan “Wahai Aisyah, sesungguhnya saat yang paling berat (paling menyedihkan) bagi mayat adalah, ketika tukang memandikan masuk ke dalam rumahnya, untuk memandikan mayatnya"

Kemudian beliau menjelaskan lebih lanjut, bahwa ketika tukang memandikan itu melepas cincin (atau perhiasan lainnya) dari tubuhnya, melepas pakaian pengantin (atau pakaian lainnya) dari badannya, melepaskan sorban para Syaikh dan Fuqoha dari kepalanya. Ketika itulah sang Ruh berseru saat melihat tubuhnya yang telanjang, seruan yang bisa didengarkan oleh seluruh mahluk kecuali jin dan manusia, “Wahai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu, agar engkau melepaskan pakaianku (dan lain-lainnya) dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku tengah beristirahat dari sakitnya dikeluarkannya nyawaku oleh malaikat maut!!”

Rabu, 12 Oktober 2022

MAULID NABI MUHAMMAD SAW


 Umat Islam memperingati Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam.

Nabi Muhammad lahir dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah. Menurut riwayat, Nabi Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa tentara bergajah atau Amul Fiil atau tahun 571 kalender Romawi. Pendapat lain juga menyebut Nabi lahir pada 9 Rabiul Awal. Namun, pendapat yang terkenal adalah pada 12 Rabiul Awal. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Muslim.

"Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, hari Senin adalah hari aku dilahirkan," Nabi Muhammad tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal saat belum genap berusia 3 tahun.

Saat Nabi lahir, tak ada yang mau menyusuinya karena tergolong miskin. Namun, seorang ibu bernama Halimah Sa'diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.

Nabi Muhammad tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal saat belum genap berusia 3 tahun.

Saat Nabi lahir, tak ada yang mau menyusuinya karena tergolong miskin. Namun, seorang ibu bernama Halimah Sa'diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.

Nabi Muhammad tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal saat belum genap berusia 3 tahun.

Saat Nabi lahir, tak ada yang mau menyusuinya karena tergolong miskin. Namun, seorang ibu bernama Halimah Sa'diyah dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.

Keikhlasan Halimah pun diberi balasan oleh Allah Swt. Keledai kurus milik Halimah menjadi berisi dan ASI-nya kembali lancar. Ustaz Yusuf Mansyur memaknai salah satu kisah dalam Sejarah Maulid Nabi ini dengan, siapa pun yang dekat kepada Nabi Muhammad akan diberi kelancaran mengarungi kehidupan.

"Dari kisah ini, dapat diambil hikmah bahwa siapa saja yang dekat dengan Nabi akan diberi kemudahan, rezeki ngalir terus," kata Yusuf

Nabi Muhammad lalu menerima wahyu pertama pada saat berusia 40 tahun di Gua Hira. Nabi memiliki empat sifat yakni benar, dapat dipercaya, menyampaikan, dan cerdas.

Rasulullah meninggal dalam usia 63 tahun pada hari Senin di bulan Rabiul Awal. Nabi Meninggal setelah sakit selama 12 hari.

Sejarah Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi dapat dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.

Mengenal Sang Kekasih #4

 


Di zaman sekarang ini, betapa banyak umat Islam di dunia mereka melalaikan keindahan dan kerapian dirinya. Betapa banyak dari kita yang hanya berfokus pada urusan akhirat namun melupakan urusan dunia, apakah itu yang diajarkan Rasulullah? Rasulullah sejatinya mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, Rasulullah tidak melarang hidup nikmat, Rasulullah tidak melarang memakai perhiasan atau pakaian yang bagus, Rasulullah juga tidak melarang memperindah diri, namun betapa melencengnya kita dari sunnah yang satu ini, yang bahkan beberapa orang tak sadar akan adanya sunnah yang satu ini.

Jika kita menilik pada sejarah, kepada ciri-ciri fisik Rasulullah, maka akan terlihat bahwa dalam hidupnya Rasulullah sangat menjaga badannya, suka berolahraga, memperhatikan makanan, dan menjaga penampilan dirinya.

Tercatat, jika kita membicarakan sosok Rasulullah, dikatakan bahwa Rasulullah adalah seorang pria dengan badan yang tegak, tegap, dan kekar. Dada beliau besar dan lebar dan terlihat bidang, perut beliau dideskirpsikan oleh para sahabat bak batu yang ditumpuk-tumpuk yang menunjukkan kekerasan perutnya dan bentuknya yang sekarang disebut six-pack. Kedua bahunya lebar dan berisi, kedua bahunya keras dan terlihat tangguh dari kejauhan, di tulang belikatnya, di belakang bahunya ada Khatamun Nubuwwah atau stempel kenabian.

Stempel kenabian ini bentuknya seperti benjolan di tubuh yang sebesar telur burung puyuh yang terdapat beberapa rambut disana, tanda ini adalah stempel para nabi dan stempel ini terletak di punggung sebelah kiri Rasulullah. 

Sementara tangan beliau itu terlihat sangat kokoh dan sangat kuat, kedua telapak tangan beliau terasa lembut bagaikan bantal dan kedua tangannya selalu terasa dingin bagi siapapun yang memegangnya. Rasulullah juga selalu menjaga kukunya agar selalu tertata rapi dan bersih namun sayang, justru kita malah senang memanjangkannya.

Terlihat dari fisiknya, bahwa Rasulullah adalah gambaran lelaki sejati, lelaki yang jantan baik dari dalam maupun dari luar, maka hendaknya bagi kita yang "cinta", "mengidolakan", "mengagumi" beliau untuk mengikuti dan menerapkan jalan hidupnya juga, bukan hanya lip service, atau hanya ucapan belaka.

Berdoa Dikala Lapang


 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالكَرْبِ فَلْيُكْثِرِ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ

“Barangsiapa yang suka Allah mengabulkan doanya ketika susah dan menderita, maka hendaknya ia memperbanyak doa ketika lapang.” (HR. Tirmidzi, Shahihul Jami’ no. 6290)

Penjelasan:

1. Manusia cenderung banyak berdoa ketika ia mengalami kesulitan dan ia tidak banyak berdoa ketika ia dalam kondisi lapang; ini yang membuat doa tidak dijawab karena terkesan hanya membutuhkan Allah saat ia sulit.

2. Tetaplah berdoa walau dalam keadaan lapang karena engkau bisa memperbanyak syukur, sebab dalam doa tidak mesti tentang permintaan, hal itu bisa juga waktu untuk mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat yang diperoleh.

3. Syaikh Ali Al-Qari menjelaskan bahwa hadits ini menujukkan “ciri khas” seorang mukmin, beliau berkata,

4.                                   ﻣِﻦْ ﺷِﻴﻤَﺔِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟﺸَّﺎﻛِﺮِ ﺍﻟْﺤَﺎﺯِﻡِ ﺃَﻥْ ﻳَﺮِﻳﺶَ ﻟِﻠﺴَّﻬْﻢِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﺮَّﻣْﻲِ، ﻭَﻳَﻠْﺘَﺠِﺊَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻗَﺒْﻞَ ﻣَﺲِّ ﺍﻟِﺎﺿْﻄِﺮَﺍﺭِ

“Di antara ciri khas seorang mukimin yaitu sering bersyukur dan ‘memperhatikan panah sebelum melepaskannya’, kembali kepada (mengingat) Allah sebelum padanya tertimpa kesulitan.” (Mirqatul Mafatih 4/1531)

5. Allah sangat suka disapa hamba-Nya baik ketika senang ataupun saat sulit, dan orang yang hanya berdoa ketika sedang terkena musibah, maka sekan-akan ia hanya mengenal Allah ketika sulit.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ

“Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengingatmu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan bagaimana Allah menolong Nabi Yunus alaihissalam dalam berbagai kesusahan di dalam perut ikan, dalam kegelapan dan di tengah ganasnya lautan. Allah menolong Nabi Yunus 'alaihissalam karena beliau sering mengingat Allah di waktu lapang

Allah berfirman,

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ – لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Maka kalau sekiranya dia (sebelumnya) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (kiamat).” (QS. Ash Shaaffaat: 144).

6. Orang yang selalu berdoa dalam setiap keadaan maka ia tidak pernah merugi walau Allah belum mengabulkan permohonannya.

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ «اللَّهُ أَكْثَرُ»

“Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak ada seorangpun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak ada dosa di dalamnya dan memutuskan silaturrahim, melainkan Allah akan mengabulkan salah satu dari tiga perkara: 

(1) baik dengan disegerakan baginya (pengabulan doanya) di dunia atau, 

(2) dengan disimpan baginya (pengabulan doanya) di akhirat atau, 

(3) dengan dijauhkan dari keburukan semisalnya.”

Para shahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kalau begitu kami akan memperbanyak doa?” Beliau menjawab, “Allah lebih banyak (pengabulan doanya).". (HR. Ahmad, Shahih At Targhib wa At Tarhib, no. 1633).

Selasa, 11 Oktober 2022

HATI YANG BENING


 Suatu ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, tapi sedikit wujudnya di tengah-tengah manusia… Dialah “hati yang bening..”

Sebagian dari mereka ada yang mengatakan, “Setiap kali aku melewati rumah seorang muslim yang megah, aku mendo’akannya agar diberkahi..”

Sebagian lagi berkata, “Setiapkali kulihat kenikmatan pada seorang Muslim (mobil, proyek, pabrik, istri sholihah, keturunan yang baik), aku mendo'akan: ‘Ya Allah, jadikanlah kenikmatan itu penolong baginya untuk taat kepada-Mu dan berikanlah keberkahan kepadanya..’

Ada juga dari mereka yang mengatakan, “Setiapkali kulihat seorang Muslim berjalan bersama istrinya, aku berdo’a kepada Allah, semoga Dia menyatukan hati keduanya di atas ketaatan kepada Allah..”

Ada lagi yang mengatakan, “Setiapkali aku berpapasan dengan pelaku maksiat, kudo'akan dia agar mendapat hidayah..”

Yang lain lagi mengatakan, “Aku selalu berdo’a semoga Allah memberikan hidayah kepada hati manusia seluruhnya, sehingga leher mereka terbebas (dari neraka), begitu pula wajah mereka diharamkan dari api neraka..”

Yang lainnya lagi mengatakan: “Setiapkali hendak tidur, aku berdo'a: ‘Ya Robb-ku, siapapun dari kaum Muslimin yang berbuat zholim kepadaku, sungguh aku telah memaafkannya, oleh karena itu, maafkanlah dia, karena diriku terlalu hina untuk menjadi sebab disiksanya seorang muslim di neraka..’

Itulah hati-hati yang bening. Alangkah perlunya kita kepada hati-hati yang seperti itu.

Ya Allah, jangan halangi kami untuk memiliki hati seperti ini, karena hati yang jernih adalah penyebab kami masuk surga..

Suatu malam, Hasan Bashri berdo’a, “Ya Allah, maafkanlah siapa saja yang menzholimiku”… dan ia terus memperbanyak do’a itu..!

Maka ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Sai’d… Sungguh, malam ini aku mendengar engkau berdo'a untuk kebaikan orang yang men-zholimimu, sehingga aku berangan-angan, andai saja aku termasuk orang yang men-zholimimu, maka apakah yang membuatmu melakukannya..?

Beliau menjawab: “Firman Allah (yang artinya):

“Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya kembali kepada Allah..” [Q.S. Asy-Syuuro: 40]

[Kitab Syarah Shohih Bukhori, karya Ibnu Baththol, 6/575-576]

Sungguh, itulah hati yang dijadikan sholih dan dibina oleh para pendidik dan para guru dengan berlandaskan Al-Qur’an dan as-Sunnah. Maka, selamat atas surga yang didapatkan oleh mereka.

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu. Sebab jika di dunia ini tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup kita ini bagai bunga mawar. Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walaupun engkau lemah..!

Sebaliknya apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak akan dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu..!

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya. Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

Mengenal Sang Kekasih #3


 Setelah pembahasan rambut telah usai, anggota tubuh yang ada di bagian tubuh teratas selanjutnya adalah kepala. Kepala adalah bagian penting bagi tubuh manusia, dengannya lah manusia dikenal dan padanya lah kehormatan manusia ditempatkan. 

Kepala beliau SAW sangatlah indah dan proporsional, wajahnya menyiratkan ketegasan dan ketampanan fisik tertinggi, wajahnya tidak terlalu bulat dan tidak pula tajam bagai pedang, dahinya lebar lagi bersih, kedua matanya terbuka dengan jelas sementara hitam diwarnanya berwarna hitam pekat dan putihnya sebersih susu sehingga sahabat bisa melihat pantulan diri mereka di mata beliau. 

Bulu mata beliau panjang dan lentik sementara kedua alis beliau tebal dan melengkung bagaikan busur panah yang indah. Hidung beliau mancung dengan elegan dan dibawah hidungnya terdapat kumis tipis yang selalu beliau rawat yang bersambung dengan janggut yang tebal dan panjang yang membuat penampilan beliau sangat majestik dan berwibawa, tak ada uban di rambut-rambutnya kecuali di beberapa tempat di bawah bibir dan pelipis beliau.

Senyumannya membelah langitan, putihnya mengalahkan putihnya susu, sementara kokohnya mengalahkan kokohnya karang. Di gigi depannya terdapat pemisah yang membuat senyumnya menjadi manis.

Leher beliau panjang serta kokoh, leher yang menampakkan kepemimpinan yang sesungguhnya, namun ia tertutupi oleh janggutnya yang panjangnya menyentuh dada beliau yang bidang.

Wajah beliau tampan mengalahkan ketampanan Yusuf, namun beliau tak memiliki masalah sebagaimana Yusuf karena wibawa yang telah Allah tempatkan di wajah beliau. Wajahnya yang indah membuat siapapun tersihir dengan dirinya, bahkan orang-orang kafir di zaman itu tak perlu mendengar ceramah sang nabi untuk mengetahui kebenaran dan kejujurannya, karena wajah beliau telah menampakkan kebenaran dan kejujuran dengan sendirinya. Selain ketampanan, wajah beliau juga dikenal sebagai wajah yang sangat mudah untuk menampakkan ekspresi, sehingga para sahabat bisa tau dengan jelas, apa-apa saja yang membuat beliau senang, marah, sedih, suka dan tidak suka.

Wahai muslim, bayangkanlah keindahan sang kekasih dalam diri kalian, timbulkanlah rasa rindu dalam hati untuk bertemu dengannya, dan berdoalah selalu agar bisa dikumpulkan bersama beliau, karena mata yang tak pernah menangis, dan hati yang tak pernah bergetar karena rindu kepada sang kekasih, tidak berhak untuk bersanding bersamanya. Namun tangisan dan kerinduan hati bukanlah jalan satu-satunya, karena jalan paling utama ialah memperbanyak shalawat kepadanya dan menghidupi sunnah-sunnahnya.

Mengenal Sang Kekasih #2

 


Hal yang pertama yang bisa kita kenali dari seseorang salah satunya adalah rambut mereka. Rambut merupakan mahkota dari semua orang yang ada karena letaknya ada dibagian tubuh paling atas. Namun bagaimanakah rambut kekasih kita Muhammad SAW? Mari kita bahas.

Rambut Rasulullah sebagaimana rambut kebanyakan berwarna hitam yang sangat hitam, namun terkadang beliau suka untuk mewarnai rambutnya dengan tumbuhan-tumbuhan tertentu. Rambut beliau SAW tidaklah lurus bagaikan jalan tol dan tidak pula keriting bagaikan jalan yang berkelok-kelok, melainkan rambut beliau ada diantara keduanya atau yang biasa disebut ikal. Sementara panjang rambutnya bermacam-macam, namun berputar pada 3 panjang rambut,

1. Panjangnya menutupi telinga saja (Wafrah)

2. Panjangnya diantara telinga dan bahu (Limmah)

3. Menyentuh bahu (Jummah)

Dari sini dapat kita ketahui bahwa potongan rambut beliau adalah potongan rambut yang panjang bukan pendek. Pada zaman itu, rambut yang panjang memiliki kegunaan untuk melindungi kepala dari panas dataran Arabia yang panasnya adalah panas yang menyengat sehingga bisa menyakitkan atau bahkan merusak kulit kepala. Lalu pertanyaan berikutnya, bagaimana cara beliau menata rambutnya? Apakah kebelakang? Ataukah kesamping? Begini.

Tata cara bersisir Rasulullah, awalnya beliau suka menyisir membelah dua rambutnya, satu ke kanan dan satu ke kiri (sebagaimana kebiasaan pagan arab), namun setelah beliau diangkat sebagai rasul, beliau merubah kebiasaan itu dan menyisirkan rambutnya kebelakang meniru orang-orang ahli kitab dan menyelisihi orang-orang pagan arab kala itu. Selain itu, untuk merapikan rambutnya, beliau senang untuk memakai minyak rambut yang terkadang membuat pakaian atas Rasulullah terdapat bercak-bercak minyak hasil dari bekas minyak rambut beliau.

Dari keterangan diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa rambut Rasulullah adalah rambut yang rapi dan terjaga, beliau adalah orang yang suka merawat rambutnya dan menjaga penampilannya agar tetap rapi dan modis. Namun betapa disayangkan, justru mengapa beberapa orang yang mengaku "agamis" malah tidak mau berpenampilan modis? Janggut yang mekar tak terjaga layaknya rumput liar, rambut yang tidak pernah disisir rapi, rambut yang tak pernah dirawat, ajaran siapakah ini? Kapan Rasulullah pernah mengajarkan kekumuhan seperti ini?

Namun, hal diatas tak bisa diartikan kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk merapikan diri saja sehingga kita malah memperbaiki luaran saja tanpa memperbaiki bagian dalam kita, tentu tidak. Rasulullah mengajarkan bahwa perkara yang paling baik adalah perkara yang berada ditengah-tengah, atau sedang sedang saja. Maka wahai muslim yang mengaku cinta Rasulullah dan mengikutinya, gantilah pakaian kalian, berbanggalah sebagai muslim, dan tunjukkan kehebatan dan kemodisan kita umat Islam, karena begitulah yang Rasulullah ajarkan.